Travel

Foto-foto Grojogan Ratu, Air Terjun Instagramable di Baturraden Banyumas

Salah satu ari terjun paling instagramable di Baturraden Banyumas adalah Grojogan Ratu.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Imah Masitoh
Wisata Grojogan Ratu, berada di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, memiliki pesona alam yang indah, Sabtu (24/7/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Salah satu ari terjun paling instagramable di Baturraden Banyumas adalah Grojogan Ratu.

Berikut ini foto-foto terjun eksotis di Banyumas.

Pesona wisata di Baturraden memang tidak ada habisnya. B

erbagai keindahan wisata di daerah bawah kaki gunung Slamet ini begitu menakjubkan.

Baca juga: Tingkat Kunjungan di Wana Wisata Hutan Pinus Gonoharjo Saat Libur Lebaran Naik 40 Persen

Baca juga: Curug Song, Air Terjun Tersembunyi di Desa Kalisalak Banyumas

Baca juga: Embun Es Kembali Muncul di Dieng saat Suhu Minus 1 Derajat Celcius

Wisata Grojogan Ratu, berada di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, memiliki pesona alam yang indah, Sabtu (24/7/2022). 
Wisata Grojogan Ratu, berada di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, memiliki pesona alam yang indah, Sabtu (24/7/2022).  (Tribun Jateng/ Imah Masitoh)

 

 Salah satu wisata alam yang patut dikunjungi saat berada di Baturraden ialah Grojogan ratu. 

Grojogan adalah sebuah penyebutan pada air yang mengalir dari aliran hingga jatuh pada sebuah titik ketinggian. 

Grojogan sendiri memiliki ketinggian lebih rendah bila dibandingkan dengan air terjun ataupun curug. 

Grojogan ratu terletak di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. 

Untuk dapat menikmati keindahan Grojogan Ratu ini dapat ditempuh selama kurang lebih 30 menit dari pusat kota Purwokerto. 

Letaknya yang berada di tepian jalan tidak sulit untuk dapat sampai di wisata ini. 

Slamet Raharjo selaku pengelola wisata ini mengatakan awal mula nama Grojogan Ratu ini diberikan oleh para pengunjung yang melancong ke grojogan ini. 

Keindahan grojogan diungkapkan oleh para pengunjung bak seperti ratu. 

Namun ketidaksengajaan ini ternyata sesuai dengan nilai historis penduduk lokal di daerah itu dahulunya. 

Konon pada dahulu ada sebuah paguyuban kuda lumping di daerah tersebut. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved