Berita Sragen

Pemkab Sragen Perolehan Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tingkat Nindya

Pemkab memperoleh Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya pada 2022.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memperoleh Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya pada 2022.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI dan diterima Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati (22/7/2022) lalu di Bogor.

Ketua Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA), Aris Tri Hartanto pada kesempatannya mengatakan KLA tingkat Nindya ini didapat setelah lima tahun berturut-turut Sragen memperoleh penghargaan KLA tingkat Pratama.

Aris sapaan akrabnya itu melanjutkan pada 2008 lalu, Pemkab Sragen telah menginisiasi KLA ini secara mandiri. Baru pada 2009 pertama kalinya Kabupaten Sragen mendapatkan KLA predikat Pratama.

Pada 2012, 2013, 2018 dan 2019 Pemkab Sragen tetap bertahan di predikat Pratama. Baru 2021 penghargaan KLA predikat Madya dan pada 2022 ditingkat Nindya.

"Ini patut kita syukuri karena capaian ini bukan hanya milik pimpinan Pemkab Sragen namun peran serta stakeholder mulai pemerintah,"

"Masyarakat, dunia usaha, media massa dan stakeholder lintas sektoral," kata Aris ketika evaluasi KLA di aula Sukowati, Selasa (26/7/2022)

Pihaknya tentu berharap di tahun selanjutnya Pemkab Sragen bisa minimal mempertahankan bahkan terus naik ke predikat Utama.

Aris melanjutkan Pemkab Sragen menjadi salah satu penerima KLA tingkat Nindya 66 Kabupaten/Kota se Indonesia. Sementara tingkat Pratama ada 122 Kabupaten/kota, Madya 117 dan delapan Kabupaten/Kota di predikat Utama.

"Kedepannya penghargaan ini bukan tujuan akhir, prinsipnya kita bahu membahu dijadikan semangat agar lebih baik. Terkhusus untuk perlindungan anak dan pemenuhan hak anak," tandasnya.

Sementara itu, Bupati Yuni pada kesempatannya menyampaikan terima kasih pada semua yang telah terlibat dalam penghargaan KLA ini.

Yuni menyampaikan untuk memperoleh KLA predikat Utama sangatlah sulit terlihat hanya ada delapan kota/Kabupaten yang memperolehnya tahun ini.

Dia menyampaikan ada beberapa kabupaten/kota yang turun predikat dari Nindya ke Madya karena tidak bisa mempertahankan. Bahkan skor KLA Pemkab Sragen berbeda setelah dilakukan assessment ke daerah.

"Skor kita hampir tidak Nindya.Skor awal 870, namun setelah dilakukan assessment, evaluasi tinjauan, hasil wawancara dan sebagainya mendapatkan skor 737 tapi Alhamdulillah kita dapat Nindy," katanya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved