Berita Sragen

Bupati Sragen Usulkan Reward Berupa Insentif dalam Penghargaan KLA

Bupati Sragen usulkan reward dana insentif kepada kab/kota yang raih penghargaan KLA.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Istimewa
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menerima penghargaan KLA 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati usulkan reward berupa dana insentif daerah kepada kabupaten/kota yang memperoleh penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Bupati Yuni sapaan akrabnya itu menilai komponen penilaian KLA sungguh komplek dan sangat sulit. Hal ini memerlukan kolaboratif seluruh pihak.

"Komponen penilaian KLA sungguh sangat sulit dan membutuhkan kolaboratif semuanya. Harusnya reward yang diberikan bukan hanya piala namun juga dana insentif daerah," katanya pada evaluasi KLA di aula Sukowati, Selasa (26/7/2022).

Yuni mengaku dirinya sudah mengusulkan reward tersebut ke Menteri KPPPA, Bintang Puspayoga agar capaian KLA yang sudah diraih bisa diberikan penghargaan lebih.

Ditemui usai kegiatan, Yuni mengaku apabila reward KLA berupa insentif, dana tersebut dapat difokuskan untuk pemenuhan fasilitas untuk menunjang KLA.

"Mestinya seperti dulu, kalau kondisi keuangan negara longgar seperti dulu ada lima kali WTP berturut-turut dapat insentif dan ini kalau bisa bisa difokuskan untuk pemenuhan fasilitas untuk anak menunjang KLA, tentu akan sangat bermanfaat" katanya.

Pemenuhan fasilitas seperti sekolah ramah anak, Puskesmas ramah anak yang kurang dan bisa dipenuhi dari dana insentif. Yuni mengaku pihaknya berupaya menambah kekurangan-kekurangan.

Yuni melanjutkan pemenuhan lain seperti area bermain anak yang masih kurang, ruang atau sanggar berekspresi anak untuk berekspresi menggunakan bakat dan seninya.

Meski telah naik tingkat dari Madya ke Nindya, Yuni mengaku masih banyak evaluasi dan kendala.

"Masih banyak evaluasinya karena standardnya syarat, SDM semua membutuhkan keseriusan untuk memenuhi dan itu tidak mudah. Sampai ranah kebijakan yang berbasis gender, kebijakan yang pro perempuan dan anak juga dinilai," tambahnya.

Kedepannya untuk mempertahankan bahkan menuju peringkat Utama, sangat membutuhkan tidak hanya kolaborasi seluruh dinas namun seluruh stakeholder. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved