Berita Batang

Pemkab Batang Kejatah 815 Formasi Guru Tahun Ini, BKD: Otomatis Lolos Tanpa Dites

Jumlah guru honorer yang memenuhi passing grade pada tes PPPK 2021 sebenarnya mencapai 996 orang. Namun hanya ada jatah 815 orang.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Kepala BKD Kabupaten Batang, Supardi. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kabupaten Batang memperoleh jatah 996 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) pada tahun ini.

Mayoritas formasi merupakan guru yang mencapai 815. 

Kepala BKD Kabupaten Batang, Supardi memastikan, khusus untuk guru tidak perlu tes.

Baca juga: Kolaborasi Bea Cukai dan Forkopimda Jateng, Musnahkan 11,3 Juta Batang Rokok Ilegal

Baca juga: Ratusan Buruh Pabrik Rokok di Batang Terima BLT Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

"Guru PPPK guru akan diprioritaskan yang memenuhi passing grade pada tes 2021."

"Jadi khusus guru, tidak akan dilakukan tes," tuturnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (27/7/2022)

Lebih lanjut, jumlah guru honorer yang memenuhi passing grade pada tes PPPK 2021 sebenarnya mencapai 996 orang.

Jumlah itu akan diajukan lagi (kekurangannya) pada tahun depan. 

"Sedangkan untuk formasi lainnya akan dibagi pada 40 tenaga kesehatan mulai dari dokter, bidan, dan perawat."

"Lalu, sekira 50 formasi tenaga teknis," imbuhnya.

Supardi menyebut, tidak semua orang bisa mengikuti tes PPPK.

Baca juga: Kekosongan Jabatan Eselon II,III, IV Bisa Lama, Kepala BKD Batang: Kebijakan ASN Harus Izin Mendagri

Baca juga: Komisi B DPRD Batang Timba Ilmu Penanganan Stunting di Purbalingga

Syarat terbaru adalah minimal tiga tahun kerja di instansi dan ijazahnya linear dengan pekerjaan serta instansinya. 

"Kalau di Batang tidak ada tenaga honorer teknis, tetapi tenaga jasa kegiatan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD)," jelasnya. 

Saat ini, jumlah tenaga jasa kegiatan di Batang mencapai sekira 2.000, namun tidak semuanya bekerja sesuai ijazah dan instansi. 

Pihaknya masih memikirkan kemungkinan menata kembali tenaga jasa kegiatan agar sesuai pendidikannya.

Namun, penataan itu butuh banyak pertimbangan. (*)

Baca juga: Memprihatinkan, Jepara Tertinggi Kedua Kasus Narkoba, Data BNNP Jateng Tahun 2021

Baca juga: Polrestabes Semarang Ajak Bawaslu Bikin Aplikasi Forum Pengawas Pemilu, Ini Tujuannya

Baca juga: Namanya Sumur Emas, Andalan Warga Desa Dayu Karanganyar Cukupi Kebutuhan Air Minum

Baca juga: Restoran Masih Gunakan Gas Melon Ditarik, Langsung Diganti Warna Pink, Sidak Gabungan di Karanganyar

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved