Berita Internasional

Anggota Legislatif Malaysia Perkosa TKW Indonesia, Divonis Penjara 13 Tahun dan Hukum Cambuk

Seorang pekerja migran Indonesia atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia menjadi korban pemerkosaan oleh anggota legislatif dari Negara Bagian Perak,

Editor: m nur huda
MALAY MAIL/Farhan Najib
Anggota legislatif Malaysia Paul Yong Choo Kiong yang didakwa melakukan pemerkosaan terhadap seorang TKW asal Indonesia. 

TRIBUNJATENG.COM, PUTRAJAYA - Seorang pekerja migran Indonesia atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia menjadi korban pemerkosaan oleh anggota legislatif dari Negara Bagian Perak, Malaysia.

Anggota Legislatif tersebut bernama Paul Yong Choo Kiong.

Ia kemudian divonis bersalah dijatuhi pidana penjara selama 13 tahun dan dua hukuman cambuk dalam sidang, Rabu (27/7/2022). 

Yong, menurut hakim Datuk Abdul Wahab Mohamed, terbukti memperkosa asisten rumah tangganya yang berusia 23 tahun di sebuah kamar di lantai atas rumahnya di Taman Meru Desa antara pukul 20.15 hingga 21.15 pada 7 Juli 2019.

Pekerja Indonesia yang menjadi korbannya saat ini berada di rumah perlindungan, tempat yang dibentuk di bawah kantor perdana menteri Malaysia.

Dalam sejumlah sidang sebelumnya, Yong mengaku tidak pernah melakukan kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Dia juga menyebut kasus ini merupakan konspirasi politik untuk menjatuhkannya.

“Sebagai majikan Anda harus melindung pekerja Anda, terutama jika dia berasal dari negara lain dan tidak bertindak sesuai keinginan Anda. Di sinilah pepatah melayu harap pagar, pagar makan nasi cocok," ujar hakim Abdul Wahab.

“Pengadilan mempertimbangkan kepentingan umum dari kasus ini, dan pelajaran tidak hanya bagi terdakwa, tetapi juga bagi mereka yang memiliki niat yang sama untuk melakukan kejahatan serupa," sambungnya.

"Hukuman jera diperlukan karena peringatan dengan kasus pemerkosaan meningkat," kata hakim, seperti dilansir media lokal Malaymail.

Dalam kasus ini, Yong didakwa melanggar Pasal 376 (1) kitab hukum pidana Malaysia. Hukuman yang dijatuhkan kepadanya lebih rendah dari ancaman pidana pasal itu, yaitu penjara maksimum selama 20 tahun. Yong merupakan bendahara Partai Bangsa Malaysia (PBM).

Dia pernah menjadi pejabat di pemerintahan Negara Bagian Perak. Kuasa hukum Yong menyatakan akan mengajukan banding atas vonis itu.

Namun, hakim memerintahkan Yong untuk menyeahkan paspor dan dikenakan uang jaminan sebesar 15.000 ringgit (sekitar Rp 50 juta) dan satu orang penjamin.

Pada 8 Juli 2019, Yong menjadi sorotan setelah pekerja migran asal Indonesia membuat laporan ke kepolisian dengan klaim bahwa dia telah diperkosa majikannya itu. Polisi menangkap Yong keesokan harinya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved