Berita Sragen

Bupati Kusdinar Resmikan Rumah Restorative Justice Pertama di Sragen

Bupati Sragen resmikan rumah restorative justice dan rumah pelayanan hukum gratis.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati resmikan rumah restorative justice dan rumah pelayanan hukum gratis di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Rabu (27/7/2022).

Pemdes Jetak bekerjasama dengan Pemkab Sragen dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen mengubah bangunan bekas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini menjadi rumah restorative justice.

Kades Jetak, Siswanto yang juga Ketua Forum Kades se-Sragen mengatakan perbaikan bangunan ini menelan dana sebesar Rp 53 juta hasil patungan ketiga belah pihak tersebut.

Dia melanjutkan, pembangunan rumah restorative justice ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan yang ada di masyarakat yang berujung pada pidana.

"Sebagai orang hukum pengennya ada terobosan hukum, Sehingga permasalahan masyarakat tidak harus selesai dipidanakan tapi bagaimana harus ada ruang atau rumah sebagai penyelesaian masalah," kata Siswanto.

Siswanto mengaku, selama ini banyak masalah di desa seperti permasalahan sengketa tanah, batas tanah, warisan dan lain-lain. Dengan adanya rumah restorative justice ini diharapkan masalah akan terselesaikan lebih cepat.

Kepala Kejaksaan Negeri Sragen, Ery Syarifah mengatakan pendirian rumah restorative justice adalah pengendalian suatu permasalahan di masyarakat dengan perdamaian secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

Menurutnya, adanya rumah restorative justice adalah cara mewujudkan keadilan substantif yang diharapkan oleh masyarakat.

Hal ini menjadi rujukan penegak hukum untuk mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

"Dengan rumah ini diharapkan masyarakat yang mempunyai masalah dapat diselesaikan di rumah tersebut tanpa harus ke pengadilan atau menghukum orang," katanya.

Ery melanjutkan, dalam rumah restorative justice menyelesaikan perkara dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan kedua belah pihak pelapor maupun terlapor yang bermasalah sehingga penyelesaian masalah bisa secara humanis.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan kompleksitas kehidupan bermasyarakat, mau tidak mau akan menyebabkan berhadapan dengan kasus hukum.

Baik dengan keluarga sendiri, tetangga apalagi dengan orang lain yang kita tidak kenal sekalipun. Meski demikian, program dari Kejaksaan dan Kapolri menyelesaikan masalah dengan pendekatan persuasif, kekeluargaan.

"Diharapkan kehadiran rumah restorative justice ini bisa menjawab itu. Tempat kita mengadukan permasalahan hukum yang sekiranya tidak perlu disidangkan di pengadilan."

"Tidak perlu ada keputusan pidana dan masuk di Lapas, kita selesaikan di rumah ini dan ini harus disambut baik oleh masyarakat dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved