Berita Slawi

Bupati Tegal Umi Azizah: Atasi Kesenjangan Pendidikan Perkotaan Perdesaan, Ciptakan SDM Unggul

Kesenjangan fasilitas dan layanan pendidikan masyarakat di perkotaan dan perdesaan menjadi salah satu isu pendidikan nasional.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Dokumentasi Pemkab Tegal
Bupati Tegal, Umi Azizah, sedang memberikan sambutan sekaligus paparan, pada acara workshop pendidikan tahun 2022, di Hotel Bahari Inn Kota Tegal beberapa waktu lalu.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Kesenjangan fasilitas dan layanan pendidikan masyarakat di perkotaan dan perdesaan menjadi salah satu isu pendidikan nasional, sehingga peningkatan kualitas sarana prasarana sekolah dan kompetensi guru di perdesaan harus dikedepankan. 

Pesan ini disampaikan Bupati Tegal, Umi Azizah, pada pelaksanaan workshop pendidikan tahun 2022 di Hotel Bahari Inn Tegal beberapa waktu lalu. 

Workshop untuk para guru sekolah dasar ini diselenggarakan oleh Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, atas prakarsa Komisi X DPR RI dengan mengangkat tema transformasi digital di era merdeka belajar.

Kesenjangan layanan pendidikan di perkotaan dan perdesaan di satu sisi menurut Umi menciptakan kesenjangan prestasi. 

Hal ini terlihat dari torehan prestasi di ajang olimpiade fisika, matematika dan biologi yang hampir seluruhnya didominasi pelajar dari kota-kota besar, terutama dari sekolah-sekolah swasta modern yang biaya pendidikannya hanya bisa jangkau oleh warga kelas menengah atas.

Meski demikian, Umi meminta agar seluruh stakeholders terkait tetap optimis dan fokus bekerja meminimalkan jurang kesenjangan pendidikan tersebut. 

Terlebih di era kemajuan teknologi informasi yang nyata-nyata telah banyak mendisrupsi pola pembelajaran konvensional ke sistem digital.

“Kiranya ini yang jadi PR (pekerjaan rumah) besar kita tentang bagaimana menekan agar kesenjangan layanan pendidikan tidak semakin melebar, dan secepatnya kita bisa mengungkit daya saing sumber daya manusia melalui jalur pendidikan yang pararel, dengan kemampuan beradaptasi pada penggunaan teknologi digital yang saya rasa tidak mudah, juga tidak murah,” ungkap Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (28/7/2022). 

Input teknologi internet dalam dunia pendidikan, lanjut Umi, harus diimbangi dengan penguatan literasinya yang cepat dan tepat, terutama bagi guru yang menurutnya jadi tantangan tersendiri.

Sebab menurut laporan Institute for Management Development (IMD), peringkat daya saing digital global (world digital competitiveness ranking) Indonesia tahun 2021 di Asia, berada di urutan ketiga terendah dengan skor 50,17 poin. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved