Berita Sragen

Dapat 5.000 Dosis PMK, Disnakkan Sragen Vaksinasi ke 51 Desa

Disnakkan Sragen kembali melakukan vaksinasi PMK di eks-kawedanan Gesi, Rabu (27/7).

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Istimewa/PMI Sragen
Sejumlah relawan Vaksintor PMK ketika melakukan penyuntikan di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Rabu (27/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen kembali melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di eks-kawedanan Gesi, Rabu (27/7/2022).

Vaksinasi ini dilakukan setelah Pemkab Sragen menerima 5.000 dosis vaksin tahap kedua. Harapannya, jumlah vaksin tersebut bisa terselesaikan hari ini.

Kepala Disnakkan Sragen, Rina Wijaya mengatakan pihaknya saat ini mulai kesulitan mendapatkan hewan ternak yang akan divaksin.

Pasalnya beberapa hewan ternak yang sudah terdata sudah terjangkit PMK. Dia melanjutkan vaksinasi PMK harus dilakukan kepada hewan ternak yang sehat.

"Vaksinasi harus ke sapi sehat, kemarin sudah didata eh kemarin terindikasi akhirnya tidak bisa divaksin."

"Kalau salah satu hewan kena PMK satu kandang kan tidak boleh divaksin itu mempengaruhi yang awalnya terdata akhirnya luput vaksin,"  kata Rina, Rabu (27/7/2022).

Perihal jumlah sapi yang sudah divaksin, Rina belum bisa menyampaikan detail karena masih berjalan. Hanya saja untuk vaksin tahap pertama yang dilakukan di  eks-kawedanan Gemolong sebanyak 3.822 dosis.

Untuk vaksinasi hari ini, Rina menyampaikan pihaknya menerjunkan sebanyak 78 orang yang disebar ke 51 desa.

Relawan Vaksintor

Rina mengatakan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, pihaknya telah merekrut vaksintor PMK dari sejumlah instansi.

Baik dari kepolisian, TNI, BPBD, PMI dan mandiri. Rina menyampaikan hal ini diperbolehkan karena pihaknya sudah melakukan kursus dan pelatihan terlebih dahulu.

"Kami merekrut vaksintor PMK dari polisi, TNI BPBD, PMI dan mandiri. Kami kursus terlebih dahulu pemateri langsung dari provinsi. Tidak langsung menyuntik tetap kami dampingi terlebih dahulu," katanya.

Sementara itu, data perkembangan kasus per Rabu (27/7/2022) pukul 15.00 total kasus 1343. Kasus aktif 344 dimana ada enam kasus baru, sebanyak 933 sapi sembuh dan 72 mati. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved