Pendapatan APBN di Wilayah Jateng Semester 1 Meningkat Rp 10.91 T

Kinerja APBN Jawa Tengah dipaparkan Plt. Kepala Kanwil DJPb  Jateng, Arif Wibawa pada Rabu (27/2/2022).

Editor: rival al manaf
istimewa
Plt. Kepala Kanwil DJPb Prov Jateng, Arif Wibawa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kinerja APBN Jawa Tengah dipaparkan Plt. Kepala Kanwil DJPb  Jateng, Arif Wibawa pada Rabu (27/2/2022).

Dalam press release ia membeberkan kinerja pendapatan APBN di wilayah Jawa Tengah sampai dengan 30 Juni 2022 sebesar Rp49,28 triliun.

Angka ini mengalami peningkatan Rp10,91 triliun atau naik 28,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Baca juga: Video PSIS Datangkan Pelatih Asing asal Inggris Rory Grand

Baca juga: Ekonom Lala Sebut Sektor Pariwisata Berpotensi Bangkit dari Pandemi Covid-19

Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Tantang Mahasiswa Unkaha Sebagai Pemantau Pemilu 2024

"Sumbangan terbesar pendapatan tersebut berasal dari penerimaan cukai Rp25,19 triliun dan Pajak Penghasilan Rp13,18 triliun. Growth terbesar dari Pajak Bumi dan Bangunan (95,5 % ) dan kenaikan PNBP Lainnya sebesar (33,4 % )." terangnya dalam press rilis.

Sedangkan kinerja belanja APBN sampai dengan 30 Juni 2022 sebesar Rp49,19 triliun.

Kinerja belanja tersebut turun sebesar Rp2,09 triliun (-12,5 % ) dibanding tahun 2021.

Penurunan terbesar pada jenis Belanja Modal yang mengalami penurunan sebesar Rp1,01 triliun (-32,5 % ) dibanding tahun 2021.

Sedangkan Belanja Sosial mengalami peningkatan sebesar Rp14,6 miliar (49,1 % ) dibanding tahun 2021.

"Penurunan Belanja pada K/L disebabkan pagu anggaran K/L tahun 2022 dibanding tahun 2021 turun sebesar Rp5,07 triliun (-12 % )."

"Selain itu juga karena belanja gaji ke 13 yang tahun lalu turun di bulan Juni kini turun di bulan Juli, sehingga perhitungannya masuk ke semester 2," tambahnya.

Kinerja Belanja TKDD mengalami peningkatan sebesar Rp 5,69 triliun (19,69 % ), karena kinerja hampir seluruh komponen tumbuh double digit kecuali DBH yang hanya mampu tumbuh 3,56 % .

Kinerja TKDD dipengaruhi oleh peningkatan penyaluran DAK Fisik yang mampu tumbuh sebesar 346,40 % .

Hal ini disebabkan karena pemda mulai melakukan pengajuan penyaluran Tahap I yang sudah hampir mendekati batas waktu.akhir salur.

Realisasi Dana BOS di wilayah Provinsi Jawa Tengah sampai dengan 30 Juni 2022 telah tersalurkan sebesar Rp3,14 triliun (53,24 % ) untuk BOS Reguler, Rp0,069 triliun (95,06 % ) untuk BOS Kinerja, Rp0,295 triliun (49,78 % ) untuk BOP PAUD dan Rp0,056 triliun (49,77 % ) untuk BOP Pendidikan Kesetaraan.

Baca juga: 37 Perwakilan Kepala MKKS dan KKKS Bangka Barat Kunjungan Belajar di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01

Baca juga: Dapat 5.000 Dosis PMK, Disnakkan Sragen Vaksinasi ke 51 Desa

Baca juga: Semua Permasalahan Bisa Diselesaikan di Rumah Restorative Justice, Kecuali Ini

Proyeksi belanja APBN di wilayah Provinsi Jawa Tengah hingga akhir tahun anggaran 2022 adalah sebesar Rp98,57 triliun.

Khusus penyaluran kredit program baik itu Kredit Usaha Rakyat maupun Ultra Mikro di wilayah Provinsi Jawa Tengah sampai dengan 30 Juni 2022 telah terrsalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp27,08 triliun untuk 679.293 debitur, dan kredit Ultra Mikro (UMi) telah tersalurkan sebesar Rp0,462 triliun untuk 122.834 debitur.

Selanjtunya terkait upaya pemulihan ekonomi nasional, realisasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) 2022 hingga 30 Juni 2022 adalah sebesar Rp13,54 triliun yang terdiri dari realisasi bidang kesehatan Rp3 triliun, bidang perlindungan masyarakat Rp8,18 triliun dan Rp2,35 triliun untuk pemulihan penguatan ekonomi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved