Kasus Mutilasi di Ungaran

Rekonstruksi Kasus Mutilasi Kholidatunni'mah, Polres Semarang Temukan Fakta Baru Lagi

Imam pernah mencabuli korban hingga hamil saat korban masih di bawah umur yang membuatnya mendekam di penjara selama enam tahun

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muslimah

Setelah keluar dari penjara, seorang residivis itu kembali mendekati korban.

Motifnya membunuh korban yaitu merasa sakit hati ketika dianggap korban tidak memiliki pekerjaan.

Setelah membunuh korban dan memutilasinya, Imam melarikan diri ke rumahnya di Kabupaten Tegal dan menaiki kereta api tujuan Tulungagung.

Ia ditangkap saat kereta api yang ia naiki berhenti di Stasiun Kutoarjo, Kabupaten Purworejo.

Polres Semarang melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi bersama tersangka di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022).
Polres Semarang melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi bersama tersangka di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022). (TribunJateng.com/Reza Gustav Pradana)

Bau Darah

Sebuah indekos di Bergas, Kabupaten Semarang menjadi lokasi pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Imam Sobari (32), terhadap pacarnya, Kholidatunni’mah (24) pada Minggu (17/7/2022) lalu.

Imam Sobari membunuh korban dengan mencekiknya saat terbaring di tempat tidur dan memutilasinya di kamar mandi selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa (19/7/2022).

Selama waktu tersebut, sejumlah tetangga kamar atau para penghuni satu kos dengan korban mengaku tidak menemukan hal-hal mencurigakan dari tingkah laku pelaku.

“Jarang terlihat, kamarnya selalu tertutup dan tidak melihat pelaku bolak-balik atau keluar masuk kamar kos,” kata Junianton Siregar, salah satu penghuni indekos itu, kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/7/2022).

Meskipun demikian, ia sempat mengeluhkan aroma air dari kran kamar mandi kamarnya seperti aroma darah.

Sementara itu, pasokan air di indekos tersebut berasal dari sumur di sana yang berarti terbilang tidak berhubungan dengan adanya mutilasi tersebut.

“Waktu Minggu (24/7/2022) kemarin, saya lapor ke ibu kos, airnya seperti bau darah.

Bahkan, mangkok dan lain-lainnya yang sebelumnya pakai air itu dan sudah dicuci, bau seperti darahnya tidak hilang-hilang atau masih membekas.

Waktu itu masih belum tahu berita kejadian itu, paling penemuan potongan tangan di Ungaran dan itu saya tidak menyangka sama sekali kejadiannya di sini,” lanjutnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved