Berita Semarang

DPRD Kota Semarang Dorong Pemkot Lebih Gencar Sosialisasikan Eks Pasar Yaik

DPRD Kota Semarang dorong Pemkot Semarang lebih gencar sosialisasi eks Pasar Yaik.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
Dok. Humas DPRD Kota Semarang
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman berkeliling ke eks Pasar Yaik atau lapak basement Alun-Alun Johar beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota Semarang lebih gencar sosialisasi eks Pasar Yaik atau yang saat ini sudah menjadi lapak basement Alun-Alun Johar. 

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menilai, keberadaan lapak di basement Alun-Alun Johar belum banyak diketahui masyarakat. Sehingga, perlu ada upaya meramaikan kembali eks Pasar Yaik ini agar aktivitas perdagangan bisa kembali seperti sebelum terjadi kebakaran. 

Dia pun sempat berkeliling ke eks Pasar Yaik tersebut. Saat ini, kondisinya sudah jauh lebih baik, lebih bersih, dan tertata rapi. Para pedagang juga sudah menempati lapak tersebut. 

"Kemarin saya ke sana tidak kosong, hanya tutup karena sudah sore. Kalau pagi buka semua. Sekarang sudah jauh lebih nyaman, tempatnya bersih, los tidak terlalu kecil. Hanya, pedagang butuh dukungan untuk meramaikan supaya masyarakat tahu bahwa Yaik sudah kembali," papar Pilus, sapaannya, Kamis (28/7/2022). 

Dikatakan Pilus, kawasan Johar menjadi pusat dikenal sejak dahulu. Begitu diubah menjadi pasar yang bersih dan sehat, diakuinya, pedagang memang berkurang karena menyesuaikan kapasitas tempat. Pedagang dan pembeli yang sebelumnya bejibun menjadi berkurang.

Namun, hal ini tidak dimaksudkan untuk mematikan aktivitas ekonomi, namun untuk penataan yang lebih baik.  

Menurutnya, Dinas Perdagangan selaku leading sektor perlu melakukan berbagai upaya untuk meramaikan kembali eks Pasar Yaik. Setelah melakukan penataan, perlu ada program-program lainnya untuk menghidupkan aktivitas perdagangan.

Misalnya, melakukan pergerakan Ayo Belanja ke Pasar Yaik seperti yang pernah dilakukan di Pasar Johar.

Dinas Perdagangan bisa mengajak para aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan gerakan ini. 

"Selama ini masyarakat belum lihat secara langsung seperti apa disana. Sekarang keren, buat selfi sama belanja bisa," ujar politisi PDIP tersebut. 

Selain gerakan belanja, Pilus juga mendorong Pemerintah Kota Semarang menggelar berbagai kegiatan di Alun-Alun Johar untuk menggaet masyarakat datang.

Menurutnya, hal itu sudah mulai dilakukan oleh pemerintah dengan digelarnya kegiatan Kadin serta berbagai kegiatan pameran UMKM dan kuliner. 

"Ini tujuannya untuk mengenalkan dan memperlihatkan kepada masyarakat kondisi Pasar Yaik sekarang top. Kami sangat mendukung pemerintah menggelar kegiatan disitu. Jadi, masyarakat tidak hanya datang ke event tapi juga mampir ke kios-kios yang ada di eks Pasar Yaik," jelasnya. 

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Pemerintah Kota Semarang berupaya membuat Johar kembali ramai seperti sediakala.

Beberapa waktu lalu, Pemkot pernah membuat program yang mewajibkan para ASN belanja di Pasar Johar.

Kemudian, berbagai agenda mulai digelar di Alun-Alun Johar. Diharapkan, semakin banyak kegiatan di kawasan Johar akan mampu mendongkrak popularitas Pasar Johar. 

Hendi, sapaannya, menegaskan, kondisi Johar saat ini sudah berbeda dari lima tahun silam. Berbagai kegiatan digelar di kawasan Johar tentu sebagai bagian dari promosi bahwa Johar saat ini sudah kembali beroperasi. 

"Semakin orang banyak datang ke Johar, harapannya para pedagang ini akan mendapat manfaat. Dampak positifnya orang akan datang, lihat barang bagus, beli. Akhirnya, transaksi di Pasar Johar pastti akan terangkat," terang Hendi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved