beacukai tanjung emas

Sosialisasi Permendag Nomor 25 Tahun 2022, Bea Cukai Tanjung Emas Dukung Transparansi dan Efisiensi

Bea Cukai Tanjung Emas bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Lembaga National Single Window dan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Bea Cukai Tanjung Emas bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Lembaga National Single Window (LNSW) dan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) 

TRIBUNJATENG.COM - Bea Cukai Tanjung Emas bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Lembaga National Single Window (LNSW) dan Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) sosialisasikan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2022 Tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, Kamis (28/07/22).

Sosialisasi ini diselenggarakan sebagai upaya kerjasama yang baik antar berbagai pihak dengan tujuan mendukung kegiatan perekonomian di Jawa Tengah.

“Dengan adanya kebijakan terbaru ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam proses perizinan ekspor dan impor.

Keterlibatan dari semua pihak inilah yang diharapkan juga dapat mendorong kemudahan proses ekspor dan impor sekaligus menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional," ujar Suasmadi selaku Pemeriksa Bea dan Cukai Muda KPPBC TMP Tanjung Emas.

Acara ini dilaksanakan di Gumaya Hotel Semarang untuk memberikan informasi terkait kebijakan dan pengaturan impor terbaru melalui Permendag 25 Tahun 2022.

Adapun kebijakan terbaru ini merupakan perubahan atas peraturan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 20 Tahun 2021, yang mengatur kemudahan bagi para pelaku usaha untuk melakukan importasi melalui sistem digitalisasi yang efisien dan transparan dengan mengacu pada kuota kebutuhan pada neraca komoditas.

Hal ini sejalan dengan penjelasan dari Direktur Impor Kementerian Perdagangan, Sihard Hadjopan Pohan, “Permendag baru ini perlu kita pahami isi serta perubahan dari permendag sebelumnya.

Pemerintah ingin terus berbenah dan melakukan perbaikan dalam proses ekspor-impor. Kami di Direktorat Impor selalu terbuka dan selalu siap mendukung pelaku usaha.”

Melalui sosialisasi ini para importir dan pelaku usaha diharapkan mampu memahami skema pengaturan impor terbaru.

Sehingga memudahkan alur kegiatan importasi khususnya di wilayah Jawa Tengah.“

Acara ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan wawasan para importir khususnya mengenai proses impor yang mengacu pada neraca komoditas,” jelas Ketua GINSI Jawa Tengah, H. Budiatmoko.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved