Berita Internasional

Roket Ukraina Serang Kamp Tawanan Perang, Peringatan untuk Prajurit yang Nyerah pada Rusia

Ukraina membombardir pusat penahanan tawanan perang Ukraina (POW) di Desa Elenovka Republik Rakyat Donetsk.

Editor: m nur huda
Photo by Aris Messinis / AFP
Prajurit Ukraina membawa tubuh seorang kawan di atas tandu di kota Irpin, barat laut Kyiv, pada 13 Maret 2022. Ukraina membombardir pusat penahanan tawanan perang Ukraina (POW) di Desa Elenovka Republik Rakyat Donetsk. 

TRIBUNJATENG.COM, MOSKOW – Ukraina membombardir pusat penahanan tawanan perang Ukraina (POW) di Desa Elenovka Republik Rakyat Donetsk.

Serangan Serangan artileri Ukraina itu dilakukan pada Jumat, 29 Juli 2022.

Roket-roket pasukan Kiev menghantam tepat di barak para tahanan anggota Resimen Neo Nazi Azov yang ditangkap pasukan Rusia dan milisi Donbass.

Dilaporkan sekurangnya 50 tahanan tewas, sisanya luka-luka. Laporan ini disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia dan otoritas lokal di Republik Donetsk.

Pasukan Ukraina diperkirakan menggunakan roket HIMARS yang dipasok AS untuk serangan akurat ini.

Awalnya, Kementerian Pertahanan Rusia seperti dikutip situs analisis intelijen Southfront.org, Sabtu 930/7/2022), melaporkan ada 40 tawanan perang Ukraina tewas, dan 75 lainnya terluka.

Belakangan, markas pertahanan teritorial Repubik Rakyat Donetsk melaporkan jumlah korban tewas mencapai 53.

Pasukan Donetsk terus membersihkan puing-puing, sehingga jumlah korban dapat bertambah. Delapan karyawan pusat penahanan menerima luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Serangan Tepat di Barak Tahanan Azov

Penyerangan dilakukan sekitar pukul dua dini hari. Targetnya adalah barak, di mana hanya militan dari Azov yang ditahan.

Target berhasil mengenai yang artinya pengintaian dan penentuan target dilakukan terlebih dahulu. Foto dan video yang diunggah Southfront menunjukkan kedahsyatan serangan itu.

Ranjang-ranjang berantakan terbakar. Potongan dan jasad manusia terlihat di dekat ranjang. Asap masih mengepul dari gedung yang dipakai pusat detensi itu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim provokasi terang-terangan dilakukan dengan tujuan mengintimidasi prajurit Ukraina dan mencegah mereka menyerah.

Sejumlah besar prajurit Ukraina secara sukarela meletakkan senjata mereka, karena mereka tahu tentang sikap manusiawi terhadap tawanan perang oleh pihak Rusia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved