Berita Kendal

Lestarikan Tradisi Budaya, Seni Barong Budoyo Nakulo Mudho Kendal Tampil Kembali

Di Kabupaten Kendal, terdapat group kesenian budaya yang melatih para kawula muda jenjang pelajar di tingkat SD hingga SMP sederajat.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: rival al manaf
Dok Seni Barong BNM
Singo barong cilik asal Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon, Kendal kembali tampil di tengah-tengah masyarakat untuk memeriahkan peringatan sedekah bumi dan tahun baru Islam 1444 H, Minggu (31/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Di Kabupaten Kendal, terdapat group kesenian budaya yang melatih para kawula muda jenjang pelajar di tingkat SD hingga SMP sederajat. Kelompok kesenian itu disebut dengan nama group seni Singo Barong Budoyo Nakulo Mudho (BNM) di Desa Purwokerto, Kecamatan Patebon.

Saat ini, ada 50 anggota pelaku kesenian budaya yang bergabung dalam Singo Barong BNM. Mayoritas adalah pelajar yang disiapkan menjadi calon penerus dan pewaris seni tradisional.

Pembina group kesenian, Solikin mengatakan, group kesenian barong BNM diaktifkan kembali untuk melestarikan tradisi budaya lokal. Utamanya setelah vakum dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, kata Solikin, group ini sebagai wadah melakukan pembinaan dan pembibitan calon generasi penerus seni budaya. Harapannya agar kesenian tradisional khas Kabupaten Kendal tetap terjaga dan lestari di tengah-tengah masyarakat. 

"Kami munculkan lagi group yang lama, tujuannya ke depan untuk mengarahkan generasi muda, terutama anak-anak SD dan SMP, " terangnya, Minggu (31/7/2022).

Solikin meneruskan, group yang dibinanya diberi kesempatan kembali tampil pada momentum peringatan awal tahun baru Islam 1444 Hijriyah, sekaligus memeriahkan sedekah bumi Desa Purwokerto.

Kata dia, ada beberapa kesenian yang ditampilkan, meliputi tari barong, jaran kepang, burok, dan dawangan.

"Alhamdulillah, berkah support dari pihak desa, grup Singo Barong Budoyo Nakulo Mudho bisa tampil pada tahun ini untuk menghibur masyarakat," ujarnya.

Ketua penyelenggara sedekah bumi, Munaroh berharap, bangkitnya group kesenian Singo Barong BNM bisa mengangkat kembali pagelaran budaya Jawa di Desa Purwokerto dan Kendal pada umumnya.

Dia sangat mendukung gerakan yang diusung group kesenian ini karena merangkul para remaja. Sehingga, semangat anggota di dalamnya dapat terus menggerakkan kesenian dan budaya lokal agar tetap lestari di zaman serba modern ini.

"Singo Barong ini kan satu budaya yang ada di Indonesia, dengan adanya pembibitan generasi penerus, diharapkan kebudayaan ini jangan sampai hilang," harap dia. 

Pelaku kesenian, Muhammad Setiawan (13) mengaku tertarik dengan kesenian dan kebudayaan tradisional sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Dia pun bergabung dengan group Seni Barong Budoyo Nakulo Mudho (BNM) untuk menganal dan belajar lebih jauh tentang berbagai macam kesenian dan kebudayaan yang ada.

"Sejak kecil sudah senang dengan seni barong, kuda lumping dan lainnya. Terus saya tertarik masuk ke group kesenian supaya lebih banyak pengalaman," terang Setiawan yang kini duduk di bangku SMP.  (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved