Berita Semarang

BPOM Semarang Temukan 9 Salon yang Memproduksi dan Menjual Kosmetik Berbahan Berbahaya

BPOM Semarang temukan sejumlah salon yang memproduksi dan jual kosmestik berbahaya.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua pekan melakukan razia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang temukan sejumlah salon yang memproduksi dan menjual kosmestik berbahan berbahaya di Jawa Tengah. 

Kepala BPOM Semarang, Sandra MP Linthin mengatakan razia dilakukan sejak 18-29 Juli 2022. Selama dua pekan pihaknya telah merazia dan menemukan kosmetik berbahan berbahaya dan tidak memiliki izin edar (TIE) sembilan salon kecantikan. Salon tersebut  memproduksi kosmetik bahan berbahaya mengandung merkuri, retino lesti, dan Hidroquinon. 

"Ketika kami gerebek sebagian produk mengandung merkuri retino kesit dan hidrokuinon tentunya bisa merusak kesehatan. Maka  kami minta penjualnya agar produknya dibakar di hadapan petugas karena melanggar aturan, kemudian sisanya kita musnahkan di kantor BPOM,” jelasnya, Senin (1/8/2022).

Menurutnya, kesembilan salon itu menyediakan jenis produk blush on, lipstik dan eye shadow. Lokasi penggerebekan tersebar di 18 kabupaten/kota. Masing-masing meliputi Kota Semarang, Salatiga, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Barang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Boyolali.

Kepala BPOM Semarang, Sandra MP Linthin tunjukkan kosmetik berbahan berbahaya dan kosmetik tidak memiliki izin edar hasil operasi selama dua minggu, Senin (1/8/2022).
Kepala BPOM Semarang, Sandra MP Linthin tunjukkan kosmetik berbahan berbahaya dan kosmetik tidak memiliki izin edar hasil operasi selama dua minggu, Senin (1/8/2022). (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

"Pemilik salon ini, nekat memproduksi kosmetik dengan bahan berbahaya (Rhodamin B) agar hasilnya ngejreng (cerah). Tujuan agar menarik perhatian pelanggan," tutur dia.

Sandra menuturkan secara rinci razia selama dua pekan dilakukan di 37  swalayan dan grosir. Kemudian 17 salon dan klinik. Hasil temuannya tersebut terdapat   35,2 persen produk yang sudah memenuhi ketentuan dan  64,8 persen tidak memenuhi ketentuan yang di 26 toko dan sembilan salon. 

Kepala BPOM Semarang, Sandra MP Linthin tunjukan kosmetik berbahan berbahaya dan kosmetik tidak memiliki izin edar hasil operasi selama dua minggu, Senin (1/8/2022).
Kepala BPOM Semarang, Sandra MP Linthin tunjukan kosmetik berbahan berbahaya dan kosmetik tidak memiliki izin edar hasil operasi selama dua minggu, Senin (1/8/2022). (Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas)

"Rata-rata produknya dari impor yang sudah rusak dan kedaluwarsa. Malahan ada yang pakai bahan berbahaya," jelasnya.

Ia menuturkan total produk keseluruhan, disita sebanyak  2.446 bungkus dari 328 jenis kosmetik. Hasil penindakan dari petugas gabungan  nilai ekonomi mencapai Rp 61,4 juta.

"Paling banyak ditemukan jenis masker impor yang dari China. Kemudian lainya ada blush on, lipstik dan eye shadow," tandasnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved