Berita Kudus

Diduga Ada Intervensi, Pencairan Hibah Tiga Madrasah di Kudus Terhambat

Pembangunan tiga madrasah mangkrak karena terhambatnya pencairan hibah Pemkab Kudus.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Anggota DPRD Kudus, Ilwani ?menunjukkan lokasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Falah yang terhambat hibahnya, di Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (2/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pembangunan tiga madrasah mangkrak karena terhambatnya pencairan hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk lembaga pendidikan yang seharusnya dicairkan sejak 15 Mei 2022 lalu.

Tiga madrasah itu yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Falah dengan nilai hibah Rp 650 juta, Madrasah Diniyyah Roudlotul Ulum senilai Rp 700 juta dan Madrasah Miftahul Huda senilai Rp 675 juta.

Sehingga total hibah yang akan diberikan itu nilainya mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Menurut Pembina Yayasan MI Miftahul Falah, Shodiqun ‎menjelaskan, sudah memulai pembangunan itu sebelum pencairan.

Namun, setelah pembangunan berjalan sekitar 30 persen pencairan yang dijanjikan itu tidak kunjung ‎terlaksana.

"‎Saat sudah ada jadwal pencairan, kami sudah kerja bakti bersama warga untuk memulai pengerjaan. Tapi sampai sekarang belum juga cair," ujar dia.

Menurut dia, belum cairnya dana hibah itu karena ada perbedaan antara desain bangunan dari proposal.

Sehingga ‎pihaknya perlu memperbaiki gambar dari proposal tersebut, tetapi hibah juga tidak kunjung cair.

"Gambar bangunan berubah dari semula dua lantai menjadi satu lantai. Tapi lokal kelasnya tetap sama, dan gambar yang baru juga sudah kami kirim ke Bagian Kesra," ujar dia.

‎Dengan mangkraknya pembangunan tersebut, pihaknya juga terpaksa harus membagi sif kelas terhadap 176 siswa.

‎"Ada yang dipindahkan belajarnya ke musala, karena ruangan sebelumnya sudah dirobohkan," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kudus, Ilwani menduga terhambatnya pencairan hibah tersebut karena adanya intervensi dari luar.

Anggota DPRD Kudus, Ilwani ?menunjukkan lokasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Falah? yang terhambat hibahnya, di Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (2/8/2022).
Anggota DPRD Kudus, Ilwani ?menunjukkan lokasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Falah? yang terhambat hibahnya, di Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (2/8/2022). (Tribun Jateng/Raka F Pujangga)

Pasalnya, pencairan hibah untuk lembaga yang lain sudah berjalan baik. Diketahui, pada APBD 2022 ‎terdapat 45 lembaga yang memperoleh hibah.

"Kami menduga terhambatnya pencairan anggaran ini karena ada intervensi untuk menggagalkannya. Karena kalau masalah gambar seharusnya sudah diberitahukan dari awal," kata anggota Fraksi PKB itu.

‎Apalagi proses pencairan hibah itu terus molor dari semula bulan Mei, kemudian dijanjikan bulan Juni sampai bulan Agustus juga belum ada kejelasan.

Dia berharap, pihak-pihak terkait dapat memahami anggaran tersebut agar tidak terjadi pelanggaran.

"Ini uang negara yang seharusnya bisa segera dicairkan untuk kepentingan masyarakat," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved