Fokus
Fokus: Ribut Beras Rusak
Yah, hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi viral berita temuan satu kontainer sembako bantuan presiden terkubur di Lapangan KSU, Tirtajaya, Suk
Penulis: arief novianto | Editor: m nur huda
Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng Arief Novianto
TRIBUNJATENG.COM - "Saiki gantian ribut soal beras rusak. Opo wae kok marai ribut. Nek beras rusak dibagike masyarakat malah tambah ribut meneh (Sekarang gantian gaduh soal beras rusak. Apa saja kok bikin gaduh. Kalau beras rusak dibagikan masyarakat malah tambah gaduh lagi-Red)," kata satu tetangga saya, dalam diskusi ngalor-ngidul di pos ronda kampung, kemarin malam.
Yah, hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi viral berita temuan satu kontainer sembako bantuan presiden terkubur di Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok. Sembako yang seharusnya disalurkan ke warga miskin itu ditemukan di kedalaman 3 meter.
Seperti diberitakan, penemuan bansos bantuan presiden itu sempat menghebohkan masyarakat. Penemuan beras yang ditimbun itu bermula setelah ahli waris pemilik lahan, Rudi Samin, melakukan penggalian menggunakan alat berat. Kini, Polres Metro Depok sedang memeriksa penemuan itu.
Pihak yang menguburkan sembako itu diketahui adalah jasa ekspedisi JNE, dan telah memberikan klarifikasi ke polisi. Dalam pemeriksaan di Polres Metro Depok, JNE beralasan mengubur beras tersebut karena kondisinya telah rusak.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, JNE sebagai kurir menerima kontrak dari PT DNR selaku distributor untuk menyalurkan beras dari Bulog tersebut kepada warga di wilayah Kota Depok di 2020.
Saat proses pengiriman dari gudang Bulog beras tersebut mengalami kerusakan akibat terkena hujan. Pihak JNE belum bisa memberikan bukti kapan beras yang diambil itu rusak karena hujan. Namun, pihak JNE mengaku telah mengganti beras rusak yang ditimbun itu kepada pemerintah.
JNE mengklaim beras yang ditimbun tersebut sudah menjadi miliknya, karena JNE telah mengganti kepada pemerintah. Hanya saja, polisi belum mendapatkan dokumen dari JNE terkait klaim tersebut.
"Karena beras basah (rusak-Red) dan beras itu telah diganti oleh JNE dengan paket lainnya yang setara. Ini masih kita lakukan pendalaman dengan dokumen dan siapa orang yang dapat beras tersebut," ucap Zulpan, dalam konferensi pers, Senin (1/8).
VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi mengatakan, tidak ada pelanggaran yang dilakukan JNE Express atas ditemukannya sejumlah paket bansos dari presiden. Menurut dia, bansos yang ditimbun adalah sembako bantuan presiden yang sudah dalam kondisi rusak.
"Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," ujarnya, dalam keterangannya.
Adapun, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), yang sempat menjabat Plt Menteri Sosial (Mensos), Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah melarang beras rusak untuk dibagikan ke masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
"Beras rusak itu memang tidak boleh dibagikan kepada masyarakat. Karena Presiden pesan jangan berikan beras ke masyarakat yang kita sendiri tidak mau makan, yang diberikan beras premium," katanya, di lingkungan Istana kepresidenan Jakarta, Senin (1/8).
Tampaknya, temuan sembako yang dikubur ini cukup menyita perhatian publik, mengingat jumlahnya yang tidak sedikit, ditambah kemasannya yang bertulis bantuan presiden.
Meski demikian, keputusan tidak membagikan beras rusak kepada masyarakat harus diakui adalah tepat, meski tetap ada kegaduhan dengan tuduhan-tuduhan miring. "Mungkin nek ngubure beras-beras tok ora marai ribut (Mungkin kalau menguburnya cuma berasnya saja tidak bikin gaduh-Red)," sambung tetangga saya yang lain. (*TRIBUN JATENG CETAK)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/arief-novianto-jpg.jpg)