Tak Ada Tanda Ledakan dalam Serangan Rudal AS yang Tewaskan Pemimpin Al Qaeda

pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri tewas tanpa tanda-tanda ledakan di rumahnya.

Editor: Vito
DW INDONESIA
ilustrasi - Rudal HAWC dari AS dirancang untuk mengungguli sistem deteksi manuver. 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Tidak seperti tembakan rudal pada umumnya, pemimpin Al Qaeda Ayman Al Zawahiri tewas tanpa tanda-tanda ledakan di rumahnya.

Para pejabat AS juga mengatakan bahwa tidak ada orang lain yang terluka saat pemimpin Al Qaeda itu tewas.

Dikutip dari kantor berita AFP, rudal yang dipakai AS adalah Hellfire R9X tanpa hulu ledak, dan diyakini dilengkapi enam bilah sejenis silet yang memanjang.

Rudal Hellfire R9X menyayat targetnya dengan bilahan tersebut dan tidak meledak.

Senjata ini tidak pernah diakui secara publik oleh Pentagon dan CIA, dua agen AS yang diketahui melakukan pembunuhan bertarget terhadap para pemimpin ekstremis.

Rudal Hellfire R9X kali pertama terlihat pada Maret 2017, ketika pemimpin senior Al Qaeda, yakni Abu Al Khayr Al Masri, tewas oleh serangan drone saat bepergian dengan mobil di Suriah.

Foto-foto kendaraan menunjukkan lubang besar di atap. Logam mobil, semua interior, termasuk penumpang tercabik-cabik secara fisik. Akan tetapi, bagian depan dan belakang mobil tampak utuh.

Rudal Hellfire sebelumnya yang ditembakkan oleh drone dalam serangan yang ditargetkan, dikenal dengan ledakan kuat dan sering kali menimbulkan kerusakan serta korban jiwa yang meluas.

Sejak 2017, AS membuat varian baru rudal Hellfire. Beberapa serangan bertarget lainnya menunjukkan hasil serupa, tanpa bekas ledakan dan target yang tersayat.

Detail rudal Hellfire sebagai senjata misterius sempat bocor dan dijuluki Ginsu terbang, merek pisau dapur di Jepang yang pada 1980-an, terkenal dengan ketajamannya, bahkan digambarkan bisa memotong kaleng aluminium dengan sempurna.

Rudal Hellfire R9X juga disebut bom ninja, dan menjadi amunisi pilihan AS untuk membunuh para kelompok ekstremis sambil menghindari korban sipil.

AFP melaporkan, tampaknya itulah yang terjadi ketika Ayman Al Zawahiri pemimpin Al Qaeda tewas.

Satu pejabat AS mengatakan kepada wartawan, pada pagi hari tanggal 31 Juli 2022, Ayman Al Zawahiri sedang berdiri sendirian di balkon kediamannya di Kabul. Sebuah drone AS kemudian meluncurkan dua rudal Hellfire.

Foto-foto bangunan yang dilihat AFP menunjukkan jendela pecah di satu lantai, tetapi bagian bangunan lainnya termasuk jendela di lantai lain masih ada.

Anggota keluarga Zawahiri ada di rumah saat itu, tidak sengaja menjadi sasaran dan tidak terluka, kata pejabat tersebut.

"Kami tidak memiliki indikasi bahwa warga sipil terluka dalam serangan ini," tambahnya. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved