Rehabilitasi Puskesmas Sesuai Usulan

Program rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas di Kabupaten Kudus tahun ini menyasar sejumlah Puskesmas.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Rehabilitasi Puskesmas Sesuai Usulan
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Anggota Komisi D DPRD Kudus, Muhtamat

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Program rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas di Kabupaten Kudus tahun ini menyasar sejumlah Puskesmas. Program yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) itu berdasarkan usulan dari kepala Puskesmas.

Anggota Komisi D DPRD Kudus, Muhtamat, program rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas yang dibiayai menggunakan dana cukai itu juga selaras dengan usulan para kepala Puskesmas. Para kepala Puskesmas mengajukan perbaikan fisik Puskesmas.

“Jadi kami juga mengusulkan karena banyak kepala Puskesmas yang mengajukan renovasi,” kata Muhtamat.

Tahun ini ada enam Puskesmas yang mendapat program rehabilitasi dan pemeliharaan dengan nilai cukup besar. Enam Puskesmas tersebut yakni Puskesmas Jati dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,03 miliar, Puskesmas Rendeng sebesar Rp 1,61 miliar, Puskesmas Mejobo sebesar Rp 1,2 miliar, Puskesmas Rejosari sebesar Rp 1,3 miliar, Puskesmas Sidorekso sebesar Rp 2,4 miliar, dan Puskesmas Pembantu Rahtawu sebesar 356 juta.

Muhtamat mengatakan, realisasi program rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas ini sedianya dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Hanya saat itu ada kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Akhirnya baru bisa terlaksana tahun ini.

“Rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas itu program tahun sebelumnya, tapi baru dikasihkan tahun ini karena sebelumnya untuk penanganan Covid-19,” kata dia.

Politisi Partai Nasdem itu melanjutkan, selain beberapa Puskesmas yang mendapat anggaran besar itu pihaknya juga mengusulkan program serupa menyasar ke Puskesmas lainnya, misalnya di Puskesmas Ngembal Kulon dan Puskesmas Jepang. Usulannya berkaitan dengan pengadaan rawat inap di Puskesmas Ngembal Kulon dan pengadaan genset untuk Puskesmas Jepang.

“Rawat inap itu untuk membantu warga sekitar agar lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan dan genset itu digunakan kalau listrik mati, soalnya pernah listrik mati genset macet. Kan ada beberapa alat kesehatan yang harus selalu menyala,” kata dia.

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved