95 Perusahaan Dapat Izin Merek Minyakita

sejauh ini MGCR sudah tersedia di 18.024 pengecer mitra PUJLE yang tersebar di 241 kabupaten/kota di 25 provinsi dengan tanda khusus/spanduk HET.

Editor: Vito
ISTIMEWA/TRIBUNNEWS
Ilustrasi - Seorang pekerja distributor menunjukkan produk Minyakita di Jakarta, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, per 1 Agustus 2022 tercatat ada sebanyak 95 perusahaan yang telah mendapatkan persetujuan penggunaan merek "Minyakita" dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Jumlah itu diyakini akan terus bertambah, lantaran tingginya animo perusahaan terhadap pelaksanaan program itu.

Adapun, Minyakita merupakan merek dagang yang dimiliki Kementerian Perdagangan dan sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Zulhas optimistis, Minyakita akan meningkatkan jangkauan Program Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) dan memperkuat mitra pengecer Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) di seluruh wilayah Indonesia.

"Dalam 1 bulan ini diharapkan program sudah menjangkau terutama wilayah Indonesia Timur, sehingga HET minyak goreng curah di seluruh Indonesia dapat segera tercapai," ujarnya, dalam keterangan resminya, Kamis (4/8).

Menurut dia, sejauh ini MGCR sudah tersedia di 18.024 pengecer mitra PUJLE yang tersebar di 241 kabupaten/kota di 25 provinsi dengan tanda khusus/spanduk HET.

Zulhas menuturkan, minyak goreng kemasan rakyat harus menggunakan merek Minyakita, dan mencantumkan HET sebesar Rp 14.000 per liter.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan pantauan harian Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan di 216 pasar di seluruh Indonesia, harga minyak goreng curah secara rata-rata untuk Pulau Jawa dan Bali telah berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000/liter.

Per 1 Agustus 2022, harga minyak goreng curah di Pulau Jawa dan Bali tercatat Rp 12.937/liter, atau turun lebih dari 6,95 persen dibandingkan dengan bulan lalu.

Sementara rata-rata harga nasional dibandingkan dengan bulan lalu telah turun sebesar 9,49 persen atau sebesar Rp 14.300/liter.

Provinsi lain seluruhnya menunjukkan tren penurunan harga dengan rincian rata-rata harga untuk wilayah Sumatera Rp 13.251/liter, Kalimantan Rp 13.854/liter, Sulawesi Rp 14.408/liter, Maluku dan Papua sebesar Rp 18.621/liter. (Kompas.com/Elsa Catriana)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved