Berita Kajen

Babinsa Pekalongan Masuk Sekolah, Ini Pesannya

Babinsa anggota Kodim 0710 Pekalongan mengajar di SDN 2 Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Dok Penerangan Kodim 0710 Pekalongan
Babinsa Koramil Wonopringgo Serka Sapto Nugroho saat mengajar di SDN 2 Galangpengampon, Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Babinsa anggota Kodim 0710 Pekalongan mengajar di SDN 2 Galangpengampon, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Saat mengajar durasinya hanya 60 menit. Para siswa ketagihan ingin diajar tentara lagi.

Begitu masuk kelas, para siswa tampak antusias. Tak ada raut muka ketakutan. Suasananya makin riang ketika Babinsa Koramil Wonopringgo Serka Sapto Nugroho mengajak mereka mengikuti lagu yang ia nyanyikan.  

"Lagu yang dinyanyikan adalah lagu jawa, berjudul siji, loro, telu," kata Serka Sapto Nugroho, Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, lagu yang dinyanyikan itu lagu Jawa kuno bernuansa edukasi. Bahkan, ia pun tak tahu siapa penciptanya.

"Sudah banyak yang tidak tahu lagu itu mas, jadi saya bawakan lagi dengan harapan membentuk karakter siswa saat diajar guru dan tujuannya dalam rangka membentuk sikap siswa," ujarnya.

Selain itu, Serka Sapto juga memberikan berbagai materi di antaranya bercerita tentang pengalaman, bernyanyi sambil menari mengikuti irama musik, membaca dan menulis, berhitung dan lain sebagainya.

Lalu, para siswa juga tampak antusias. Di tengah pengajaran, banyak yang mengajukan pertanyaan dan suasana menjadi hidup. 

"Pertanyaannya sederhana-sederhana. Tapi mereka mau bertanya itu kan sudah bagus, sudah berani. Mungkin karena suasananya cair," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Sapto juga sempat menanyakan cita-cita para siswa.

"Saya terkejut karena mayoritas menyebut ingin menjadi ustaz dan ustazah."

"Bagi saya itu tidak seperti anak-anak kebanyakan. Biasanya kan milih jadi dokter, polisi, tentara dll. Tapi ada juga sie beberapa yang ingin jadi tentara," katanya.

Pihaknya berharap semoga dengan kegiatan ini, para siswa dapat belajar secara aktif dan dapat mengembangkan keterampilan serta kreatifitasnya masin-masing.

"Saat waktu pengajaran habis, para siswa tampak belum puas. Karena, mereka ingin saya terus mengajar. Tapi waktu terbatas. Yang kelas lain sampai menonton dari jendela dan ada yang ikut-ikut bernyanyi. Saya juga senang lihatnya," tambahnya. (Dro)

Baca juga: Saya Selaku Ciptaan Tuhan Menyampaikan Permohonan Maaf, Kata Irjen Ferdy Sambo

Baca juga: Lima Siswa SLB Negeri 1 Sragen Bahagia Bisa Saksikan Langsung ASEAN Para Games 2022 di Solo

Baca juga: Maling Di Hutan Citepus Terciduk, Warga Jeruklegi Hampir Gondol 8 Batang Kayu Jati 

Baca juga: HUT Ke-77 RI, KAI Daop 5 Purwokerto Hadirkan Tarif Promo Merdeka mulai Rp 17 Ribu

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved