Berita Pati

Bupati Pati Haryanto: Perolehan Pajak Bisa Topang Pembangunan Daerah

BPKAD Kabupaten Pati menggelar Gebyar Lunas PBB–P2 2022 dan Pemberian Doorprize.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Prokompim Setda Kabupaten Pati
Gebyar Lunas PBB–P2 2022 dan Pemberian Doorprize Percepatan Pelunasan Pembayaran PBB-P2 di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (3/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati menggelar Gebyar Lunas PBB–P2 2022 dan Pemberian Doorprize Percepatan Pelunasan Pembayaran PBB-P2 di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (3/8/2022).

Berbagai macam doorprize disediakan, di antaranya sepeda untuk 21 kecamatan yang telah melakukan pelunasan PBB-P2 secara cepat.

Bupati Pati Haryanto yang mengikuti acara tersebut bersama dengan Sekda Pati Jumani mengatakan bahwa memacu pelunasan pajak bukan semata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) saja, melainkan juga untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kepatuhan.

"Ini kaitannya dengan kewajiban dan kepatuhan seseorang. Saya berkali-kali menyampaikan bahwa kalau dihitung, aset dan pajak ini tidak seimbang. Selama saya menjabat belum pernah menaikkan PBB, baru kemarin-kemarin saja kita melakukan penyesuaian. Itu pun naiknya tidak tinggi, terlalu kecil," jelas dia.

Haryanto mengingatkan, seseorang membayar pajak bukan dilihat dari besar kecilnya. 

Hal yang lebih penting adalah kepatuhan dan kewajiban dalam membayar pajak. 

Menurut dia, warga yang patuh berhak mendapatkan penghargaan meskipun apabila dibandingkan antara pajak yang dibayarkan dengan penghargaan yang didapat tidak seimbang.

Gebyar Lunas PBB–P2 2022 dan Pemberian Doorprize Percepatan Pelunasan Pembayaran PBB-P2 di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (3/8/2022).
Gebyar Lunas PBB–P2 2022 dan Pemberian Doorprize Percepatan Pelunasan Pembayaran PBB-P2 di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (3/8/2022). (Prokompim Setda Kabupaten Pati)

“Apabila masyarakat membayar pajak, itu bagian dari kewajiban dan ketaatan. Sebab sumber penghasilan negara yang paling besar ialah dari pajak. Alhamdulillah Kabupaten Pati dapat bertumpu dari pajak. Meskipun secara nilainya tidak seberapa, bila ditambah dari pajak yang lain, cukup banyak untuk menopang pembangunan di Kabupaten Pati," jelas Haryanto. 

Ia mengucapkan terima kasih atas peran semua pihak dalam memacu pajak ini. 

Sebab, bagaimanapun pajak yang telah dibayarkan, penggunaannya akan kembali lagi kepada masyarakat.

Sementara, Kepala BPKAD Pati Sukardi mengatakan bahwa gebyar lunas PBB- P2 ini bertujuan memotivasi para wajib pajak untuk dapat segera membayar pajak dengan tepat waktu sebelum jatuh tempo.

“Sedangkan tujuannya ialah untuk meningkatkan capaian realisasi pajak daerah agar tercapai sesuai dengan motto yang sering kita sampaikan yaitu pajak lunas pembangunan lancar. Sampai dengan saat ini telah terealisasi sebesar 86 persen dari target," tandas dia. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved