Berita Kudus

Kasus Pengeroyokan Anak di Kudus, Kejari Tagih Penyidik Rekaman CCTV

Kejari Kabupaten Kudus meminta penyidik Polres Kudus untuk melengkapi alat bukti.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Surachmat (38) warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, menunjukkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan di rumahnya beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kudus meminta penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kudus untuk melengkapi alat bukti terkait pengeroyokan yang terjadi pada tanggal 2 Desember 2021 lalu.

Kasus tersebut melibatkan korbannya yakni M Lutfi Faiz (19), yang harus dirawat selama 11 hari di RSUD dr. Loekmono Hadi atas kejadian tersebut.

Kasi Pidana Umum Kejari Kudus, M Bahar menyampaikan, berkas sudah diserahkan ke Kejari Kudus tetapi belum lengkap.

Salah satu alat bukti yang belum lengkap itu adalah tidak adanya rekaman CCTV yang diserahkan kepada kejaksaan.

"Buktinya masih kurang, misalnya tidak adanya rekaman CCTV. ‎Sehingga kami minta untuk dilengkapi," ujar dia.

Padahal, kata dia, setelah kejadian pengeroyokan di depan kantor Samsat Kabupaten Kudus.

Korban sempat di antar para pelaku menggunakan sepeda motor berboncengan ke rumah korbannya.

Sehingga diperkirakan masih ada rekaman CCTV yang mendukung untuk pembuktian kasus pengeroyokan tersebut.

"Korban itu sempat di antar pelaku ke rumahnya, jadi seharusnya rekaman sepanjang jalan itu ada," ucapnya.

Saat ini prosesnya P20, yakni meminta penyidik untuk mengirimkan kembali berkasnya ke Kejaksaan dalam kurun waktu sebulan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved