Berita Tegal

Pemkab Tegal Gandeng TNI untuk Kerja Bareng Turunkan Stunting

Pemerintah Kabupaten Tegal terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menurunkan angka prevalensi stunting, salah satunya TNI melalui Kodim

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: m nur huda
Humas Pemkab Tegal 
Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, simbolis menyerahkan bantuan 100 paket makanan bergizi dan berprotein, termasuk susu, multi vitamin untuk ibu menyusui dan balitanya, di wilayah Kecamatan Dukuhturi dan Talang beberapa waktu lalu. Berlokasi di Markas Kodim 0712/Tegal, Dukuhturi. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menurunkan angka prevalensi stunting, salah satunya TNI melalui Kodim 0712/Tegal. 

Kerjasama ini ditandai dengan penyerahan bantuan 100 paket makanan bergizi dan berprotein, termasuk susu dan multi vitamin untuk ibu menyusui dan balitanya di wilayah Kecamatan Dukuhturi dan Talang.

Simbolis penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Markas Kodim 0712/Tegal, Dukuhturi, beberapa waktu lalu yang dihadiri Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie, dan Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Yudha Airlangga.

Menurut Ardie yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), saat ini pihaknya tengah fokus dalam mendata balita stunting dan memvalidasinya melalui metode pengukuran yang terstandarisasi. 

Hal ini dilakukan untuk mengetahui jumlah balita stunting dan sebarannya di Kabupaten Tegal. 

Selama ini, dirinya mengaku kesulitan bekerja dengan dua data stunting yang berbeda, yaitu data berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SGGI) Kementerian Kesehatan RI, dan data elektronik hasil pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) yang diinput tenaga dan kader kesehatan setiap bulannya.


“Kalau menurut SGGI tahun 2019-2021 stunting kita berada diangka 28,1 persen. Tapi menurut PPGBM, stunting Kabupaten Tegal ada diangka 12 persen tahun ini,” ujar Ardie, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (4/8/2022). 


Namun, dari kedua data tersebut, Pemkab Tegal masih berpegang pada SGGI sebagai data nasional. 

Lebih lanjut, Ardie mengungkapkan penanganan stunting oleh Pemkab Tegal akan diupayakan salah satunya melalui pemberian gizi dan makanan tambahan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita serta pemeriksaan secara rutin melalui Posyandu.

“Intervensi gizi spesifik pada penanganan stunting ini kami mulai sejak seribu hari pertama kehidupan. Dan selain melalui upaya yang telah disebutkan tadi, kami juga melakukan upaya tambahan seperti pencanangan dan kerjasama dengan berbagai pihak seperti yang sedang berlangsung di Makodim Tegal ini,” jelasnya. 

Sementara itu, Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Yudha Airlangga, mengatakan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupten Tegal tergolong tinggi, bahkan tertinggi kedua di Jawa Tengah. 

Sehingga pihaknya melalui Kodim 0712/Tegal, membantu pengambilan alat antropometri untuk mencukupi kebutuhan peralatan di Posyandu, terutama mengukur kondisi balita saat pelaksanaan Gebyar Posyandu. 

“Mungkin saja ada kasus balita yang secara visual terlihat stunting. Tapi setelah diukur dengan alat antropometri ini bisa saja itu bukan stunting. Sehingga pengukuran yang tepat dan akurat ini sangat penting. Jadi kami bisa peroleh data yang benar dan kerjanya juga bisa fokus, mana-mana yang harus diintervensi lebih,” tutupnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved