Berita Kabupaten Tegal

Bawaslu Kabupaten Tegal Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu

Dijelaskan, untuk pendaftaran pemantau pemilu sudah dibuka mulai awal Agustus ini sampai tujuh hari sebelum pemungutan suara

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Ikbal Faizal, saat melakukan sesi wawancara dengan rekan media di ruang rapat Bawaslu, Kamis (4/8/2022) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Jelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal mulai melakukan beberapa persiapan satu diantaranya yaitu membuka pendaftaran petugas pemantau pemilu.

Informasi tersebut, disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Ikbal Faizal, saat ditemui Tribunjateng.com di ruang rapat Bawaslu, Kamis (4/8/2022) kemarin.

Dijelaskan, untuk pendaftaran pemantau pemilu sudah dibuka mulai awal Agustus ini sampai tujuh hari sebelum pemungutan suara.

"Kami sudah membuat brosur dan menyosialisasikan bahwa sedang membuka pendaftaran pemantau pemilu. Sampai saat ini, orang yang berminat dan datang langsung ke kami baru satu orang. Sedangkan yang via telepon juga sudah ada, tapi memang belum ada yang mendaftar untuk menjadi pemantau pemilu. Jadi baru sekedar bertanya saja belum sampai tahap mendaftar," jelas Ikbal, pada Tribunjateng.com. 

Adapun petugas pemantau pemilu, lanjut Ikbal, bisa melakukan pendaftaran di Bawaslu tingkat RI, provinsi, dan kabupaten/kota.

Sementara pemantau pemilu ini, dijelaskan Ikbal adalah lembaga di luar Bawaslu, bisa juga masyarakat biasa, atau mungkin masyarakat tertentu sesuai Peraturan Bawaslu (Perbawaslu).

Mengingat untuk pemantau pemilu ada regulasi yang berbeda, yaitu antara pemilihan umum dengan pemilihan kepala daerah.

"Jika pemilihan umum (Pemilu), maka petugas pemantau pemilu bisa mendaftarkan diri ke Bawaslu dan jajarannya. Sedangkan pemilihan kepala daerah (pilkada), regulasinya pemantau pemilu bisa mendaftar ke KPU," ujarnya.

Dikatakan, pendaftaran pemantau pemilu ini bebas dalam artian tidak dibatasi harus berapa orang.

Selain itu, sesuai yang tertera dalam peraturan Bawaslu (Perbawaslu) atau sesuai regulasi, nantinya ada surat keterangan (SK) dari pemerintah untuk pemantau pemilu ini.

Jadi nantinya, pemantau pemilu seperti sebuah organisasi yang berbadan hukum.

"Perlu saya tegaskan, bahwa petugas pemantau pemilu ini sifatnya foluntir atau suka rela bagi yang memang berminat. Jadi tidak ada upah, gaji, atau anggaran untuk membayar mereka. Ya bisa disebut petugas partisipatif," tegas Ikbal.

Bagi masyarakat khususnya warga Kabupaten Tegal yang berminat ingin menjadi pemantau pemilu, masih ada waktu untuk mendaftar karena berlangsung sampai tujuh hari sebelum pemungutan suara.

Dengan kata lain, saat ini masih dibuka pendaftaran pemantau pemilu sampai tujuh hari sebelum pemungutan suara.

"Tugas pemantau pemilu, sesuai namanya memantau jalannya proses tahapan pemilu. Nantinya jika selama memantau ada temuan contohnya ada dugaan pelanggaran, ya mereka bisa melaporkan hasil temuannya ke Bawaslu. Tapi ya itu tadi, sifatnya foluntir, suka rela, tidak ada upah atau gaji bagi pemantau pemilu ini," tutup Ikbal. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved