Berita Kudus

M Irfan Beri Coaching Clinic Passing dan Controlling Bagi Pemain ASTI Kudus ‎

M Irfan, mantan pemain PSIS Semarang yang juga Dosen Unnes Semarang‎ itu memberikan coaching clinic bagi pemain ‎Akademi Sarana Talenta Indonesia

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
Raka F Pujangga
M Irfan, mantan pemain PSIS Semarang yang juga Dosen Unnes Semarang? itu memberikan coaching clinic bagi pemain ?Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kabupaten Kudus di Lapangan Rendeng, Jumat (5/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kabupaten Kudus menggelar coaching clinic di Lapangan Rendeng, Jumat (5/8/2022).

Kali ini, M Irfan, mantan pemain PSIS Semarang dan Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang memberikan motivasi dalam pertandingan di lapangan.

M. Irfan mengingatkan, kepada pemain untuk menjaga perilakunya selain melatih kemampuannya bermain sepakbola.

"Menjaga attitude itu penting untuk menjadi pemain profesional," ujar pelatih Persiku Kudus.

Bahkan, M Irfan juga pernah menyampaikan hal itu kepada Pratama Arhan saat masih melatihnya pada usia yang sama.

Sehingga dia juga mengingatkan kepada pemain muda untuk bisa ‎menanamkan sikap yang sama.

"Awalnya Pratama Arhan juga pemain yang sama seperti kalian ini, tapi sekarang bisa jadi pemain dengan bayaran sampai Rp 300 juta," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, M Irfan juga sekaligus mengajarkan tentang teknik mengoper bola yang benar.

Dia mengajarkan kepada puluhan pemain ASTI Kudus yang berusia antara 15 dan 16 tahun.

‎"Begini passing dan controlling bola yang benar. Tapi kalau sudah mahir bisa langsung oper ke teman tanpa controlling," ujarnya.

Menurutnya, pemain ASTI Kudus memiliki kemampuan yang cukup baik dan dapat dikembangkan lebih baik.

"ASTI Kudus memiliki pemain yang bertalenta," ujarnya.

Sementara itu, Pemain ASTI Kudus, Ahmad Frederico Assis (16) dari Gresik‎ mengaku senang mendapatkan pelatihan dari M Irfan.

Dia juga mendapatkan bekal tentang ‎teknik passing dan controlling dalam permainan sepakbola.

‎"Pesannya tadi untuk jaga sikap dan atitude yang baik.Supaya menjadi pemain profesional seperti Pratama Arhan," kata dia. (raf)

Baca juga: Tidak Bisa Berenang, Dua Bocah Tenggelam di Waduk Sulur Sambungmacan Sragen

Baca juga: Kisah Atlet Panahan Indonesia Peraih Emas APG 2022, Kaki Diamputasi karena Tak Dengar Orangtua

Baca juga: Gudang Rosok di Kebakkramat Karanganyar Ludes Terbakar, 1 Truk Hangus, Kerugian Ditaksir 300 Juta

Baca juga: Harga Cabai di Semarang Turun, Termurah Rawit Putih Rp 20 Ribu Per Kilogram

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved