Stikes Telogorejo Semarang

Pentingnya Edukasi Terhadap Self Care Management bagi Penyandang Diabetes Melitus

Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 mencatat sebanyak 537 juta orang dewasa (umur 20 – 79)

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Ilustrasi Self Care Management 

Oleh : Ns. Ismonah, M.Kep.,Sp.MB., Dosen Prodi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang

Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021 mencatat sebanyak 537 juta orang dewasa (umur 20 – 79) atau 1 dari10 orang hidup dengan Diabetes Melitus (DM) di seluruh dunia.

Diabetes Melitus juga menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 orang meninggal terjadi setiap detik.

Indonesia berada di posisi kelimadengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta.

Kejadian komplikasi Diabetes setiap tahunnya juga selalu meningkat, sehingga penyandang Diabetes Melitus tidak dapat dalam melakukan manajemen perawatan diri (selft care management) secara optimal.

Self care management merupakan bentuk perawatan diri yang dilakukan oleh penyandang DM untuk mengelola penyakitnya secara mandiri yang terdiri dari dari pengaturan pola makan, aktivitas fisik atau latihan jasmani, monitoring kadar glukosa darah, perawatan kaki dan terapi farmakologis atau pengobatan.

Ilustrasi Self Care Management
Ilustrasi Self Care Management (IST)

Dalam mewujudkan perubahan perilaku self care management agar menjadi baik, dapat dilakukan dengan beberapa tahap yaitupeningkatan pengetahuan (konwledge), sikap (attitude) dan tindakan (practice).

Untuk mewujudkan pengetahuan perlu adanya stimulus dengan edukasi.

Karena edukasi merupakan salah satu alat untuk menghasilkan perubahan perilaku.

Media edukasi yang dapat membantu meningkatkan pemahaman dalam manajemen perawatan diri adalah melalui audiovisual, yang merupakan alat bantu lihat dan dengar untuk menstimulus dua indera yaitu penglihatan danpendengaran secara bersamaan sehingga responden lebih fokus pada materi yang diberikan.

Ns. Ismonah, M.Kep.,Sp.MB., Dosen Prodi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang
Ns. Ismonah, M.Kep.,Sp.MB., Dosen Prodi S-1 Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang (IST)

Dari studi yang telah dilakukan, perubahan perilaku penyandang Diabetes Melitus terjadi setelah diberikan edukasi, hal ini ditandai dengan  pengetahuan menjadi bertambah, informasi tersampaikan dengan baik dan cenderung melakukan apa yang diharapkan, sehingga dapat memberikan perubahan perilaku.

Selain itu peningkatan self care management juga berhubungan erat dengan penggunaan audiovisual yang diterima dalam kondisi baik, karena dengan media ini dapat menarik masyarakat untuk mempunyai rasa ingin tahu.

Selain itu sajian yang menarik dengan tulisan, gambar dan suara, dapat memberikan stimulus pada indera pendengaran dan penglihatan, sehingga mudah diterima oleh seseorang karena panca indera yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke otak adalah indera penglihatan dan pendengaran dan sebanyak 50 persen seseorang belajar dari apa yang dilihat dan didengar.

Adanya peningkatan self care management membuktikan bahwa penggunaan edukasi audiovisual efektif untuk memperbaiki danmenignaktkan perubahan perilaku.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved