Ibadah Haji 2022

Pesan Kemenag Kabupaten Semarang Buat Keluarga Jamaah Haji: Jangan Terburu-buru Gelar Walimatul Hajj

Empat ambulans telah disediakan untuk memisahkan jamaah bila ada indikasi paparan virus yang sudah merebak sejak dua tahun lalu tersebut.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
PEMKAB SEMARANG
DOKUMENTASI - Pelepasan jamaah calon haji di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (27/6/2022). Total ada 301 jamaah yang berhaji pada tahun ini. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, Titik Halimah mengungkapkan sejumlah imbauan kepada keluarga atau penjemput para jamaah haji asal Kabupaten Semarang.

Sebagai informasi, ratusan jamaah haji asal Kabupaten Semarang dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Rabu (10/8/2022).

Jumlah itu terbagi dalam dua kloter yakni Kloter 36 yang dan 37, dimana masing-masing akan tiba di Debarkasi SOC (Solo) pada pukul 00.35 dan pukul 06.30. 

Baca juga: Pengakuan Eks Tukang Timer Angkutan Umum di Semarang: Pekerjaannya Syarat dengan Premanisme 

Baca juga: DPRD Kota Semarang: Tahun Depan Pemkot Harus Bisa Genjot Pendapatan

Satu di antara imbauannya yakni keluarga juga tidak diperkenankan ikut menjemput di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Para keluarga hanya diperkenankan menjemput para jamaah haji di kecamatan masing-masing dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Setiap Puskesmas juga diperintahkan untuk memantau kondisi kesehatan para jamaah haji setibanya di rumah masing-masing.

Selain itu, para jamaah dan keluarga juga diimbau untuk tidak cepat-cepat menggelar tasyakuran atau walimatul hajj.

"Yang perlu diingat yakni Covid-19 belum selesai." 

"Maka kami imbau jangan cepat-cepat menggelar syukuran, selamatan, apalagi dengan mengundang masa yang besar."

"Kami tidak melarang, silakan jika ingin menggelar, namun tunggu masa karantina selesai, meskipun kondisinya sehat," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Kenangan Kejayaan Bus Kota dan Angkot Semarang, Slamet : Pendapatan Kondektur Melebihi Buruh Pabrik

Baca juga: 1.271 Buruh Pabrik Rokok di Semarang Terima BLT DBHCHT Rp 300 Ribu Per Bulan

Titik juga menambahkan bahwa nantinya para jamaah haji akan diperiksa atau dites untuk mengetahui apakah ada yang terpapar virus corona atau tidak.

Sebanyak empat ambulans telah disediakan untuk memisahkan jamaah bila ada indikasi paparan virus yang sudah merebak sejak dua tahun lalu tersebut.

"Begitu turun dari pesawat, jamaah akan di-screening oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bandara dengan cek suhu dan swab antigen."

"Jika terbukti sehat, langsung diserahterimakan kepada petugas haji daerah," imbuhnya.

Bagi jamaah yang ternyata memiliki suhu tubuh lebih dari 37 derajat Celsius dan diketahui hasil swab antigennya positif, akan dievakuasi menggunakan ambulans yang sudah disediakan.

"Keluarga juga akan kami hubungi untuk menyediakan ruangan khusus sebagai lokasi karantina selama 10 sampai dengan 14 hari," pungkasnya. (*)

Baca juga: Juara Dunia Silat Asal Kudus Diarak Gunakan Mobil Antik, Safira dan Ortunya Tunggani Jeep Willys

Baca juga: Dua Jam Ribuan Nasi Uyah Asem Ludes Dibagikan, Puncak Tradisi Buka Luwur Makam Sunan Kudus

Baca juga: Honda ST125 Dax Siap Mengaspal, Motor Ikonik Buat Penghobi, Ini Spesifikasi dan Harganya

Baca juga: Tiga Kios di Bogowanti Blora Dilalap Si Jago Merah, Ada yang Lupa Matikan Kompor

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved