Berita Kudus

Berkat Dana Cukai, Beberapa Ruang di Puskesmas Jati akan Diperbaiki  

Puskesmas Jati tahun ini bakal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 2,03 miliar.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Diskominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo (tengah) menyerahkan peranti protokol kesehatan di Puskesmas Jati. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Puskesmas Jati tahun ini bakal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 2,03 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT).

Anggaran rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas tersebut diharapkan bisa terealisasi tahun ini.
 
"Ini usulan terdahulu yang sudah kami ajukan dan akan terealisasi tahun ini," kata Kepala Puskesmas Jati, Ahmad Muhammad.
 
Ahmad mengatakan, nantinya jika terealisasi maka anggaran yang dikucurkan dari dana cukai tersebut akan digunakan untuk perbaikan fisik Puskesmas. Misalnya untuk ruang tunggu agar lebih representatif.
 
"Pada prinsipnya rehab fisik meneruskan usulan terdahulu yang sudah kita ajukan, dan terealisasi tahun ini. Tata ruang, ruang tunggu yang lebih representatif, berharap bisa segera terealisasi tahun ini," kata Ahmad.
 
Ahmad melanjutkan, alokasi anggaran untuk Puskesmas yang menjadi wewenang dinas kesehatan tersebut nantinya bakal digunakan untuk memperbaiki sejumlah ruangan.

Misalnya untuk perbaikan ruang tunggu, ruang pendaftaran, ruang pelayanan kesehatan ibu dan anak, ruang konsultasi terintegrasi.
 
"Misalnya ruang konsultasi gizi, konsultasi kesehatan lingkungan, konsultasi MTBS (manajemen terpadu balita sakit), kemudian ruang P2 (pengendalian penyakit), dan aula," kata dia.
 
Meski ada perbaikan fisik tahun ini, katanya, ada beberapa item yang bakal tidak rampung tahun ini juga. Kata Ahmad, pembangunannya secara berkala.
 
"Karena untuk (bangunan) yang depan nanti belum tuntas. Masih ada lanjutannya lagi. Tahun depan mungkin," kata dia.
 
Dengan adanya perbaikan fisik, akan berimbas pada maksimalnya pelayanan di Puskesmas. Meski pada dasarnya, kata dia, sejauh ini pihaknya sudah berusaha maksimal untuk memberikan layanan prima kepada setiap warga yang berobat ke Puskesmas.
 
Program rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas ini merupakan bentuk realisasi penggunaan dana cukai di bidang kesehatan. Secara, Kudus tahun ini sebagai daerah penerima dana cukai terbesar yakni senilai Rp 174,2 miliar. 40 persennya atau senilai Rp 69,6 miliar digunakan di bidang kesehatan. Persentase penggunaan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 215 Tahun 2021. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved