Berita Semarang

Gagasan T.O.P Hendi Dipuji di Forum Internasional

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terpilih menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan 3rd G20 Development Working Group Meeting di Bali

Editor: galih permadi
humas pemkot semarang
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terpilih menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan 3rd G20 Development Working Group Meeting yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (9/8). 

TRIBUNJATENG.COM - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terpilih menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan 3rd G20 Development Working Group Meeting yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (9/8).

Pada forum tersebut, dirinya terlibat dalam diskusi panel bersama perwakilan sejumlah lembaga dari berbagai negara, seperti Aidan Eyakuze dari Twaweza East Africa, Rolando Toledo yang mewakili pemerintah Filipina, hingga Nicholas Booth yang merupakan salah satu penanggung jawab UNDP.

Mengangkat tema “Mainstreaming Open Government Values in Governance and Sustainable Development”, selain menghadirkan pembicara dari negara luar, hadir pula sejumlah tokoh pegiat keterbukaan publik di Indonesia dalam kesempatan tersebut.

Mereka diantaranya adalah Sugeng Bahagijo dari C20 Indonesia, Shita Laksmi dari TIFA Foundation, dan Dwi Wahyuni Katrianingsih mewakili LKPP.

Adapun Dalam forum internasional tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi secara khusus diminta berbicara terkait keberhasilannya dalam mendorong transformasi positif Kota Semarang.

Keberhasilan tersebut diantaranya dalam mendorong keterbukaan publik pada Pemerintah Kota Semarang, sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai project kolaborasi.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu sendiri memaparkan bahwa formula ‘T.O.P Government’ menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong sinergitas pemerintah dengan seluruh stakholder.

“Pemerintah terbuka tapi kalau masyarakatnya apatis sama saja, maka yang harus dilakukan pemerintah saya rumuskan dalam sebuah forum T, O, dan P,” terangnya.

Hendi melanjutkan, T.O.P yang dimaksudnya adalah terdiri dari Trusted (dipercaya), Open (terbuka), dan Participative (partisipasi).

“Mendorong kepercayaan masyarakat pada pemerintah melalui sejumlah inisiasi menjadi hal pertama yang harus dikerjakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved