Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Mahasiswa Baru Wajib Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Ini Kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang

BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan Program JKN.

Tayang:
Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Suasana tes kesehatan mahasiswa baru di Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) Kampus Unnes Sekaran Gunungpati Kota Semarang pada Senin (8/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Semarang terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya yang berada di Kota Semarang.

Di antaranya, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Akademi Kepolisian (Akpol), Politeknik Kesehatan Semarang (Poltekkes), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Kepesertaan JKN aktif menjadi salah satu syarat dalam proses penerimaan calon mahasiswa baru di tahun ajaran akademik ini.

Pada tahun ajaran akademik ini, Unnes mulai memastikan jika calon mahasiswa baru memiliki jaminan kesehatan dengan terdaftar sebagai peserta JKN.

Pada saat proses registrasi, calon mahasiswa baru menunjukkan kepesertaan aktif JKN melalui Aplikasi Mobile JKN.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, dr. Andi Ashar, AAK., menyambut baik upaya perguruan tinggi di Semarang dalam mendukung Program JKN dengan memastikan kepesertaan JKN aktif bagi calon mahasiswa baru.

"Satu di antaranya di Unnes Ini sebagai bentuk kepedulian pihak kampus memperhatikan kesehatan mahasiswanya,” ujar Andi saat pelaksanaan tes kesehatan mahasiswa baru Unnes di Kampus Unnes Sekaran Gunungpati Kota Semarang pada Senin (8/8/2022).

Dia menjelaskan, persyaratan kepesertaan JKN ini sebagai bentuk implementasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Bukan hanya untuk calon mahasiswa baru saja, sekaligus juga kepesertaan JKN untuk pendidik dan tenaga kependidikan civitas akademika terjamin kesehatannya.

“Perlindungan kesehatan ini harus menjadi prioritas juga dalam proses belajar mengajar, jika pengajar, para mahasiswa dan teman-temannya ini sehat tentunya proses belajar juga akan lebih optimal,” ujarnya.

Dokter Andi mengungkapkan, pihaknya siap mendampingi Unnes dalam proses registrasi calon mahasiswa baru.

Pada saat registrasi calon mahasiswa baru, petugas BPJS Kesehatan akan mengecek dan mendata kepesertaan JKN, dengan menunjukkan keaktifan kepesertaan mahasiswa melalui Aplikasi Mobile JKN.

Jika ditemukan calon mahasiswa belum terdaftar sebagai peserta JKN, maka petugas BPJS Kesehatan akan mengarahkan mahasiswa tersebut mendaftar JKN sesegera mungkin baik melalui kanal pendaftaran seperti Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (Pandawa) ataupun Aplikasi Mobile JKN.

 Andi pun menjelaskan, Unnes juga mempunyai klinik yang telah bekerja sama sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) BPJS Kesehatan.

"Baik mahasiswa maupun warga masyarakat peserta JKN yang berdomisili di sekitar Kampus Unnes dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan di klinik ini,” jelasnya.

Rismiyanti, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial menanggapi positif adanya persyaratan kepesertaan JKN aktif.

Menurutnya sebagai mahasiswi yang merantau di kota orang dan jauh dari keluarga tentunya segala sesuatu harus dijalani secara mandiri.

“Kepesertaan JKN saya terdaftar dari orang tua yang bekerja, namun sangat penting karena saya tinggal jauh dari orang tua," ungkapnya.

Ia pun menjelaskan, dengan kepesertaan JKN aktif, bila terjadi sakit tidak perlu bingung mencari fasilitas kesehatan maupun harus mengorbankan uang saku untuk bayar dokter.

Rismiyaniti mengaku ia terdaftar di Klinik Unnes, disini saya tidak dipungut biaya tambahan lagi,” ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved