Berita Internasional

FBI Sita Ponsel Sekutu Donald Trump Setelah Gerebek Rumah Mantan Presiden Amerika Itu

Setelah penggerebekan, FBI menyita ponsel sekutu mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu.

AP/Patrick Semansky
Mantan Presiden AS Donald Trump. 

TRIBUNJATENG.COM, FLORIDA – Rumah Donald Trump di Mar-a-Lago di Florida digerebek FBI pada Senin (8/8/2022) malam.

Setelah penggerebekan, FBI menyita ponsel sekutu mantan Presiden Amerika Serikat (AS) itu.

Sekutu yang dimaksud adalah Scott Perry, anggota Kongres AS dari Partai Republik.

Baca juga: Rumah Donald Trump Digerebek FBI, Brankas Dibobol

Perry mengatakan tiga agen FBI menyita teleponnya pada Selasa (9/8/2022) pagi saat dia bepergian dengan keluarga.

“Mereka tidak berusaha menghubungi pengacara saya, yang akan mengatur agar mereka mendapatkan telepon saya jika itu keinginan mereka,” kata Perry dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The New York Times.

Situasi rumah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Mar-a-Lago, Palm Beach, negara bagian Florida, saat digerebek FBI pada Senin (8/8/2022). Rumah Trump digerebek FBI dan brankasnya dibobol untuk penyelidikan.(AP PHOTO/WILFREDO LEE)
Situasi rumah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Mar-a-Lago, Palm Beach, negara bagian Florida, saat digerebek FBI pada Senin (8/8/2022). Rumah Trump digerebek FBI dan brankasnya dibobol untuk penyelidikan.(AP PHOTO/WILFREDO LEE) (Kompas.com/Istimewa)

Dia mengaku marah dengan tindakan agen FBI yang menyita ponselnya tersebut.

"Meski tidak terkejut, saya marah bahwa FBI, di bawah arahan DOJ Merrick Garland, akan menyita telepon seorang anggota Kongres yang sedang menjabat," ungkap Perry.

Dia membandingkan penyitaan ponselnya dengan penggeledahan FBI terhadap rumah mantan Presiden Donald Trump, di mana para agen sampai membobol berangkas setelah pencarian sepanjang hari terkait dengan penyelidikan atas kesalahan penanganan dokumen Gedung Putih. 

“Ponsel saya berisi info tentang aktivitas legislatif dan politik saya, dan diskusi pribadi dengan istri, keluarga, konstituen, dan teman-teman saya.

Semua ini bukan urusan pemerintah,” kata Perry.

“Seperti Presiden Trump tadi malam, DOJ memilih tindakan yang tidak perlu dan agresif ini daripada hanya menghubungi pengacara saya.

Taktik semacam ini harus menjadi perhatian setiap warga negara,” ungkap dia.

Tidak segera jelas mengapa FBI menyita telepon Perry.

 
The New York Times melaporkan seorang juru bicara anggota kongres AS tidak segera menanggapi pertanyaan lanjutan, dan Departemen Kehakiman AS tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved