Berita Sragen

Sangirun Night Trail Kembali Digelar, Bupati Sragen Sebut akan Berbeda

Sangirun Night Trail akan kembali digelar (17/9/2022), peserta berlari sejauh 25 km.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Dok. Tim video Tribun Jateng
Sejumlah pelari SangiRun Night Trail 2021 ketika di garis start yang berada di Museum Purba Sangiran Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN –  Sangirun Night Trail akan kembali digelar (17/9/2022) mendatang. Sama seperti tahun lalu, peserta akan berlari sejauh 25 kilometer melintasi sepuluh desa di dua kabupaten.

Even ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bekerjasama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Pemkab Sragen dan Pemkab Karanganyar

Direktur jenderal Kemendikbud Ristek, Hilmar Farid event ini hanya akan diikuti 250 pelari dan 25 pelari profesional yang diundang penyelenggara.

Konsep event ini hampir sama dengan kegiatan tahun lalu, yakni para pelari akan lari malam sepanjang 25 kilometer dengan jalur lari akan dihiasi dengan instalasi cahaya berupa obor dan lampu.

Selain itu forest video mapping dan ornamen yang menggambarkan evolusi manusia purba juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelari.

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku sangat beruntung dengan adanya Museum Manusia Purba Sangiran yang menjadi destinasi wisata nasional.

Yuni sapaan akrabnya itu mengatakan, Sangirun 2021 yang telah terselenggara direspon baik oleh masyarakat. Meskipun ada beberapa evaluasi, Yuni mengaku akan memperbaikinya di tahun ini dan akan ada perbedaan.

"Kami di Kabupaten Sragen sangat support dan kami menyadari bahwa tanpa kita kerjasama yang baik tentu tidak akan mungkin bisa berhasil," kata Yuni.

Bupati Yuni mengatakan akan ada beberapa kegiatan tambahan yang bisa mensuport Sangirun Night Trail 25k 2022, yakni salah satunya Pasar Budaya Sangiran Fair.

Ia mengatakan akan ada 20 UMKM nantinya yang akan ikut turut serta dalam Pasar Budaya. Selain itu juga akan ada panggung seni budaya dari SMP, SMA dan sanggar seni di sekitar Sangiran.

"Akan ada workshop UMKM, karena di sana (Sangiran) mempunyai handicraft yang memang perlu adanya tambahan improved proges agar lebih bagus, lebih diminati oleh pengunjung," lanjut dia.

Selain itu, juga akan diselenggarakan lari sejauh 4 kilometer yang bisa diikuti masyarakat sekitar, dirinya, jajaran Forkopimda hingga para pelajar.

"Saya rasa kalau 25 kilometer bagi saya, masyarakat umum yang bukan ahli pelari itu sangat jauh. Jadi kita akan juga menyelenggarakan Sangiran 4k yang bisa diikuti saya, jajaran Forkopimda, masyarakat hingga pelajar," kata Yuni.

Dengan Sangirun Night Trail ini Yuni berharap ada kontinuitas kegiatan dan bisa dijadikan event rutin setiap tahun dan multiplayer efeknya untuk masyarakat di Kabupaten Sragen. (

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved