Berita Regional

Sempat Kabur 8 Bulan, Bendahara Dinkes Rote Ndao yang Jadi Tersangka Korupsi Kini Ditahan

AJB kabur sejak November 2021 setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

GOOGLE
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Aparat Kejaksaan Negeri Rote Ndao menangkap AJB, Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk diketahui, AJB kabur sejak November 2021 setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi.

AJB terlibat dugaan penyimpangan dana ganti uang ke-10 dan ke-11 di Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2021.

Baca juga: Usut Dugaan Korupsi Rp1,2 Miliar, Kejari Geledah Kantor DPRD Garut Selama 4 Jam

"Dia ditahan sejak kemarin, setelah sempat kabur selama delapan bulan," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT Abdul Halim, kepada Kompas.com, Kamis (11/8/2022) pagi.

Abdul menuturkan, awalnya Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao mengeluarkan surat perintah penyidikan dengan nomor: Print-01/N.3.23/Fd.2/01/2022 tanggal 28 Januari 2022.

Surat perintah itu lalu diperpanjang dengan nomor: Print-01.a/N.3.23/Fd.2/06/2022 tanggal 2 Juni 2022.

Dalam Surat perintah itu, AJB dipanggil dan diperiksa sebagai saksi dugaan penyimpangan dana ganti uang ke-10 dan ke-11 sebesar Rp 1.345.349.400.

"Dia diperiksa sebagai saksi sebanyak tiga kali.

Setelah itu ditetapkan sebagai tersangka," kata Abdul.

Kabur setelah tersangka


Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka, AJB malah memilih kabur sejak November 2021.

Penyidik Kejaksaan Negeri Rote Ndao yang mengetahui keberadaan AJB di Kota Kupang, kemudian menjemputnya.

AJB lalu dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Rote Ndao untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

Setelah itu, dia ditahan selama 20 hari ke depan di sel Kepolisian Resor Rote Ndao.

AJB dijerat Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Subsider Pasal 8 Juncto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Ancaman penjara di atas 5 tahun," pungkasnya. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kabur Setelah Jadi Tersangka Korupsi, Bendahara Dinas Kesehatan Rote Ndao Ditahan"

Baca juga: Menang Pilkades, Tersangka Kasus Korupsi Dilantik secara Virtual di Tahanan

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved