Berita Otomotif

Bingung Pilih Peredam Kejut Untuk Motor Kesayangan? Ini Tips Pilih Shockbreaker, Jangan Salah Beli

Peredam kejut atau suspensi pada kendaraan memiliki fungsi untuk menyerahkan guncang.

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Suspensi depan Honda CRF 150L dengan ukuran 37 milimeter bermerek Showa, yang diperuntukkan untuk melibas medan off-road, Senin (15/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Peredam kejut atau suspensi (shockbreaker) pada kendaraan memiliki fungsi untuk menyerahkan guncang.

Suspensi pada kendaraan biasanya dipasang di antara roda dan sasis atau rangka. 

Selain menyerap benturan, suspensi difungsikan agar pengendara lebih nyaman saat mengendarai sepeda motor.

Baca juga: Arema FC Kena Apes Seusai Lawan PSS Sleman, Didenda Rp 170 Juta Akibat Ulah Suporter

Baca juga: Prediksi Skor PSIS Semarang Vs Persik Kediri Liga 1 2022, Mahesa Jenar Wajib ke Jalur Kemenangan

Tak hanya itu, diterangkan Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, suspensi memiliki fungsi sebagai penopang sasis kendaraan.

"Tujuannya agar kendaraan selalu dalam kondisi konstan sekaligus meredam ayunan sasis ketika melakukan pengereman dan akselerasi," ucapnya, Senin (15/8/2022).

Dilanjutkannya, peredam kejut dirancang memiliki kemampuan melakukan preload, compression dan rebound.

"Preload adalah kemampuan suspensi

menahan agar tidak terlalu amblas karena bobot pengendara, sehingga masih memiliki jarak main cukup untuk suspensi bekerja selama dikendarai," terangnya.

Sementara itu, dikatakannya fungsi compression untuk menyerap tekanan saat roda mulai menerima bentuk permukaan jalan yang dilintasi dan ayunan dari sasis. 

"Lalu rebound adalah kinerja memperlambat gerakan balik pir yang sebelumnya memendek karena tekanan sebelumnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, khusus untuk suspensi belakang jika pengendara merasakan motor mentok atau terasa terlalu keras maka preload perlu disetel. 

"Jika saat memasuki tikungan bagian belakang motor mudah geser atau keras saat melalui medan jalanan, compression bisa disesuaikan," paparnya.

Namun jika jalan lurus saat motor berakselerasi atau menikung, pengendara merasakan motor goyang, Oke mengatakan, rebound terlalu lemah.

"Sebenarnya suspensi bawaan motor sudah disesuaikan dengan peruntukannya, ada yang dirancang pemakaian dalam kota, jalanan mulus, pemakaian luar kota jalanan terbuka dengan variasi jalan rusak," ucapnya.

Meski demikian, ia menerangkan, penggantian suspensi yang memiliki penyetelan manual terhadap preload, rebound dan compression akan banyak membantu jika pengendara memiliki kebutuhan spesifik tertentu.

"Misal berat badan terlalu kurus maupun berat atau kebutuhan khusus mendukung aktifitas menikung atau akselerasi dan deselerasi yang lebih dari pemakaian sehari - hari atau roda sudah diganti dimensi pengaruh terhadap bobot roda tersebut," imbuhnya.

Ditambahkannya, suspensi lunak akan nyaman melewati jalan jelek, tapi akan merepotkan untuk manuver atau kelincahan diaspal mulus. 

"Maka sesuaikan kebutuhan dan pahami desain rancang bangun dari kendaraan sehingga mampu memanfaatkan karakter positifnya untuk Cari Aman berkendara," tambahnya.(*) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved