Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sukoharjo

Pertama Dalam Sejarah, Al Mukmin Ngruki Pimpinan Abu Bakar Baasyir Gelar Upacara HUT RI

Menurut Ustaz Abu Bakar Baasyir, ini adalah upacara bendera merah putih yang sekaligus peringatan kemerdekaan RI pertama yang digelar di Ponpesnya. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Khoirul Muzakki
Pengibaran bendera merah putih oleh Santri Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Kamis (17/8/2022)  

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Suasana Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo pagi ini lain dari biasanya.

Seperti umumnya tempat pendidikan lain, di Hari Kemerdekaan ini, 17 Agustus, Ponpes Al Mukmin menggelar upacara peringatan HUT RI. 

Upacara ini menjadi spesial karena tidak biasanya Ponpes pimpinan ustaz Abu Bakar Ba'asyir itu menggelar upacara HUT RI. 

Bahkan, menurut Ustaz Abu Bakar Baasyir, ini adalah upacara bendera merah putih yang sekaligus peringatan kemerdekaan RI pertama yang digelar di Ponpesnya. 

Baca juga: Sejak PP Al Mukmin Ngruki Berdiri, Baru Kali Ini Ada Upacara HUT RI & Bendera Merah Putih

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy turut menghadiri dan bertindak sebagai inspektur upacara. 

Ustaz Abu Bakar Baasyir juga hadir mengikuti jalannya upacara. 

Upacara HUT RI di Ponpes Ngruki tak beda dengan upacara yang digelar ditempat lain. Prosesnya sama, di antaranya ada pembacaan teks proklamasi, pembacaan UUD dan Pancasila, hingga mengheningkan cipta untuk mendoakan para pahlawan. 

Muhadjir mengatakan, Indonesia sangat luas wilayahnya dan besar jumlah penduduknya. 
Masyarakat harus menyadari kebhinnekaan itu dan mengisi kemerdekaan dengan tetap menjaga persatuan untuk menjaga NKRI. 

"Seperti pembukaan UUD, kemerdekaan kita diraih atas berkat rahmat Allah. Karenanya kita wajib menjaga," katanya.

Bukan hanya menjaga keutuhan NKRI, menurut Muhajir, masyarakat Indonesia juga wajib mengisi kemerdekaan itu sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing sebagai warga negara. 

Masyarakat juga perlu berbaur dan bertukar pandangan atau interaksi dengan sesama anak bangsa. 

Dengan begitu, masyarakat bisa semakin menyadari betapa beragamnya bangsa ini. Sehingga persatuan bangsa bisa lebih kuat untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan. 

"Dengan sikap luwes bisa memandang keberagamaan yang kaya yang dimiliki bangsa sebagai rahmat dari Allah, " katanya.(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved