Unsoed Purwokerto

Dukung UMKM Naik Kelas, Halal Center UNSOED Sinergi dengan Program KKN

Halal Center UNSOED bersinergi dengan Program KKN UNSOED untuk mendukung UMKM memproses produknya bersertifikasi halal.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Konsultasi dan perbaikan implementasi SJH oleh Poppy Arsil Ph.D dan Hety Handayani, S.TP, M.Si di desa Sawangan, Kecamatan Punggelan, Kab. Banjarnegara. 

TRIBUNJATENG.COM - Halal Center UNSOED bersinergi dengan Program KKN UNSOED untuk mendukung UMKM memproses produknya bersertifikasi halal.

Salah satu program kerja KKN mahasiswa adalah mendorong berkembangnya Usaha Mikro Kecil (UMK) di desa melalui persiapan pendaftaran sertifikasi halal.

Sebagaimana merujuk kepada UU No 33 tahun 2014 tentang tentang Jaminan Produk Halal, pada pasal 4 disebutkan bahwa “Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal”.

Kewajiban ini berlaku secara bertahap yang dimulai dari produk makanan dan minuman.

Untuk memfasilitasi usaha mikro kecil maka pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) membuka jalur pendaftaran self-declare untuk produk yang berbahan baku yang sudah dapat dipastikan kehalalan dan prosesnya sederhana seperti kebanyakan dijumpai pada usaha mikro dan kecil.

Program kerja mahasiswa KKN yang mendorong UMK naik kelas melalui pendaftaran sertifikat halal disinergikan oleh halal center melalui proses pendampingan dan verifikasi lapang.

Pendampingan dilakukan di desa yang memiliki program kerja KKN terkait pendampingan UMKM untuk sertifikasi halal self-declare yang tersebar di empat kabupaten termasuk Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen.

Pendampingan meliputi pelatihan bagi mahasiswa KKN dalam pembuatan Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), verifikasi dan validasi serta kunjungan lapang dari Halal Center jika diperlukan.

Kegiatan ini memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan UMK di desa KKN, terutama dalam persiapan dokumentasi dan implementasi SJPH sebagai persiapan pendaftaran sertifikasi halal self-declare pada tahun 2022 ini.

Verifikasi lapang dilakukan dengan mengunjungi UMK di desa KKN, diikuti dengan konsultasi dan perbaikan implementasi di lapangan.

Halal Center Universitas Jenderal Soedirman merupakan unit kegiatan yang berada dibawah Pusat Penelitian Pangan, Gizi dan Kesehatan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNSOED yang dikoordinatori oleh Poppy Arsil, STP, MT, Ph.D. Halal Center Unsoed memulai debutnya pada 3 Februari 2020 dan merupakan institusi tempat penyelia halal, pendamping proses produk halal yang mampu melakukan penelitian dan pendampingan kepada UMK dan masyarakat di bidang halal.

Salah satu kegiatan rutin LPPM adalah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa UNSOED. KKN periode Juli – Agustus 2022 bertema “ Optimalisasi Potensi Desa dalam rangka Penguatan Recovery Ekonomi Pasca Covid-19 “. Ketua LPPM Unsoed Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si menyampaikan bahwa dalam rangka ikut mendorong pemulihan ekonomi pedesaaan di era akhir pandemi Covid-19, Unsoed merasa perlu berperan serta melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

Mahasiswa KKN diharapkan mampu mensinergikan program kerja yang mereka susun dengan potensi desa dan kebutuhan masyarakat untuk penguatan ekonomi.

Pada periode ini terdapat 2.529 mahasiswa peserta KKN dengan Dosen pembimbing lapang (DPL) dari 12 Fakultas berjumlah 125 dosen.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved