Berita Sragen

 Ibu-ibu Jamu Gendong Sragen Gelar Upacara Bendera dan Fashion Show

Puluhan ibu-ibu jamu gendong ikuti upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Srag

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Puluhan ibu-ibu jamu gendong ikuti upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Rabu (17/8/2022).

Tidak hanya menyelenggarakan upacara, ibu-ibu jamu gendong yang masuk dalam Komunitas Jamu Gendong Empu Seger Waras Sragen ini juga melakukan fashion show.

Dengan menggunakan kebaya berwarna notabennya merah, ibu-ibu ini tampak bersemangat untuk mengikuti upacara bendera.

Meski hanya terselenggara di halaman rumah salah satu anggota Empu Seger Waras, upacara tersebut berlangsung tertib dan khidmat.

Founder Komunitas Empu, Leya Cattleya menyampaikan merayakan HUT RI bagi para ibu-ibu jamu gendong bisa dikatakan belum pernah.

Dengan mengikuti perayaan HUT RI ini diharapkan ibu-ibu akan mempunyai kinerja lebih baik khususnya di masa Pandemi Covid-19 ini.

"Bagi ibu jamu gendong merayakan HUT RI itu hampir bisa dikatakan belum pernah dan kita merasa bahwa mereka juga warga negara yang perlu tahu bahwa mereka punya hak dan juga punya tanggung jawab," katanya.

Rangkaian upacara bendera terdiri dari pengibaran bendera, pembacaan teks proklamasi, pembacaan teks pancasila, dan pembacaan teks pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Upacara bendera ini tentu disambut baik oleh para ibu-ibu. Warni salah satunya, dia mengaku senang bisa mengikuti upacara ini. Dia mengaku upacara HUT RI baru ini diselenggarakan.

"Kalau upacara setiap tahun diadakan, Hari Kartini, hari ibu. Tapi upacara HUT RI dan sekomplit ini baru ini, senang bisa ikut," kata Warni

Warni sendiri sudah berjualan jamu hampir 33 tahun. Hingga kini usianya 68, dirinya masih bersemangat menjajakkan jamunya keliling desa.

Sehari-hari dirinya berjualan di wilayah Sambirejo. Dengan jarak tempuh hampir lima kilometer, Warni sendiri masih menggendong jamu-jamunya.

"Rumah saya Kedawung tapi berjualan di Wilayah Sambirejo. Pagi jam 8 itu diantar, kemudian jalan kaki menggendong jamu nanti jam 11 sudah habis," katanya.

Dari berjualan jamu, warni mengaku bisa menyekolahkan keempat anaknya. Tidak hanya itu, dirinya juga bisa membantu memperbaiki rumah, dan mencukupi makan sehari-sehari. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved