Berita Kabupaten Tegal

Pemkab Tegal dan Brebes Berlatih Bersama Turunkan Kasus Stunting

Upaya pencegahan dan penanganan kasus stunting terus dilakukan Pemkab Tegal, seiring dengan pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Humas Pemkab Tegal
Foto Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Arie, saat menghadiri pelatihan penguatan komitmen pemerintah daerah, dalam penanganan stunting dan promosi gizi di Indonesia. Berlokasi di Hotel Grand Dian Brebes beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Upaya pencegahan dan penanganan kasus stunting terus dilakukan Pemkab Tegal, seiring dengan pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di bulan Agustus ini. 

Salah satunya dengan menyelenggarakan pelatihan penguatan komitmen pemerintah daerah, dalam penanganan stunting dan promosi gizi di Indonesia. Berlokasi di Hotel Grand Dian Brebes beberapa waktu lalu. 

Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Arie, selaku ketua tim percepatan penanganan stunting (TPPS) Kabupaten Tegal hadir secara langsung pada momen kolaborasi antara Pemkab Tegal dengan Pemkab Brebes ini.

Baca juga: Pemkab Tegal Gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Purakusuma Persada

Baca juga: Karena Tidak Punya Seragam Baru, Siswa SD di Kota Salatiga Ini Tak Mau Masuk Sekolah

Dalam diskusinya, Ardie menjelaskan tantangan penanganan stunting di Kabupaten Tegal dihadapkan pada tingginya angka prevalensi stunting yang mencapai 28,1 persen, atau tertinggi ke dua setelah Wonosobo. 

Selain itu, pemahaman masyarakat yang masih rendah tentang stunting menjadi tantangan tersendiri, khususnya dalam pelaksanaan intervensi gizi spesifik.

“Kami berupaya angka stunting bisa turun dengan memberikan penyadaran terus menerus ke masyarakat tentang pentingnya gizi, baik saat ibu hamil, menyusui maupun balitanya, termasuk penguatan dari sisi ekonomi keluarga yang juga penting,” jelas Ardie, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (18/8/2022). 

Namun, untuk memberikan intervensi gizi spesifik pada balita stunting sekaligus mencegah lahirnya bayi stunting, sasarannya harus jelas. 

Sehingga Pemkab Tegal memanfaatkan momentum BIAN ini untuk menyelenggarakan Gebyar Posyandu di 1.540 posyandu se-Kabupaten Tegal.

Tujuannya adalah untuk mendata balita dan memvalidasi mana-mana yang terkategori stunting menggunakan alat antropometri yang telah terstandarisasi. 

Upaya ini ditempuh karena ada ketidaksamaan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SGGI) Kementerian Kesehatan RI, dan data elektronik hasil pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) yang diinput tenaga maupun kader kesehatan setiap bulannya.

"Dengan pendataan populasi yang akurat, diharapkan intervensinya tepat sasaran, sehingga dua tahun ke depan target penurunan angka stunting 24 persen di Kabupaten Tegal bisa tercapai," ujarnya. 

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Brebes, Narjo, mengatakan melalui pertemuan ini bisa ditemukan solusi efektif untuk menurunkan stunting di masing-masing daerah. 

“Semangat dalam percepatan stunting di Brebes dan Kabupaten Tegal harus terus kita tumbuhkan,” kata Narjo. 

Menurut Narjo, Pemkab Brebes juga sudah berkeliling di 17 wilayah kecamatan untuk mengukuhkan tim percepatan penurunan stunting (TPPS) kecamatan, dan saat ini sudah bergerak untuk melakukan intervensi gizi.

“Penduduk di Brebes ini sangat banyak, ada dua juta jiwa lebih. Dari populasi balita, 26 persen diantaranya mengalami stunting yang di tahun 2024 nanti akan kita turunkan ke angka 14 persen. Mudah-mudahan penurunan angka stunting ini bisa sukses,” tutupnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved