Berita Semarang

Stok Vaksin Moderna Habis, Capaian Booster Kedua Bagi Nakes di Kota Semarang Sempat Terhambat

Stok vaksin moderna di Kota Semarang habis. Hal itu menyebabkan capaian booster kedua bagi tenaga kesehatan (nakes) sempat terhambat.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Stok vaksin moderna di Kota Semarang habis. Hal itu menyebabkan capaian booster kedua bagi tenaga kesehatan (nakes) sempat terhambat. Saat ini, capaian booster kedua baru mencapai 25 persen dari total sekitar 25 ribu nakes yang ada di ibu kota Jawa Tengah. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, vaksin moderna yang digunakan untuk booster kedua memang habis.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru saja melayangkan surat edaran terkait jenis vaksin yang bisa digunakan untuk booster kedua bagi nakes selain menggunakan moderna. Vaksinasi booster kedua diperbolehkan menggunakan jenis vaksin pfizer. 

"Minggu kemarin memang agak seret karena moderna stoknya habis. Kemarin baru muncul surat edaran dari Kemenkes kalau booster pertama moderna, booster kedua boleh pfizer," terang Hakam, Kamis (18/8/2022). 

Menurut Hakam, stok vaksin pfizer di Kota Semarang tersedia cukup banyak. Maka, dia meminta setiap fasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit untuk segera melakukan vaksinasi booster kedua menggunakan pfizer dengan ketentuan setengah dosis. 

"Capaiannya sekarang 25 persen. Kalau bisa gas di minggu ini mudah-mudahan bisa menyentuh 30-35 persen," tambahnya. 

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan upaya yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah pusat meminta adanya percepatan booster di daerah. 

Pihaknya pun mengapresiasi sudah adanya kebijakan booster kedua bagi nakes. Di Kota Semarang, booster kedua sudah mulai berjalan.

Namun demikian, percepatan booster pertama bagi masyarakat masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan di Kota Semarang mengingat capaian baru 55 persen. 

"Kami baru mencapai 55 persen. Pergerekan sangat lambat. Kata kunci kita bisa keluar lebih cepat lagi dari persoalan pandemi adalah prokes dan percepatan booster," papar Hendi, sapaannya. 

Maka dari itu, lanjut dia, upaya door to door akan semakin digiatkan. Pemerintah Kota Semarang juga membuka sentra-sentra vaksin di mal, gedung pertempuan, dan kelompok-kelompok kecil. 

"Itu jadi komitmen kami untuk melakukan percepatan terhadap vaksin booster," ucapnya. (eyf)

Baca juga: GanjarPranowo ke Satgas UU Cipta Kerja; Itikad Bagus Pemerintah Semoga Menyerap Aspirasi Masyarakat

Baca juga: Ganjar ke Satgas UU Cipta Kerja; Itikad Bagus Pemerintah, Mudah-mudahan Menyerap Aspirasi Masyarakat

Baca juga: Ini Rute Festival Kentongan dan Mobil Hias 20 Agustus 2022 di Menara Pandang Teratai Purwokerto

Baca juga: Pernyataan Ferdy Sambo Saat Kunker ke Mapolda Sumut Jadi Sorotan, Singgung Wibawa dan Kehormatan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved