Berita Pati

Upacara HUT Ke-77 RI di Lokasi Bekas Banjir Bandang Bulumanis Kidul, Warga Diharap Bangkit

Suasana berbeda tampak di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Rabu 17 Agustus 2022. Di sana, upacara peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia d

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Ist/Dok Warga
Upacara peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia di lokasi bekas banjir bandang Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Pati, Rabu 17 Agustus 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Suasana berbeda tampak di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Rabu 17 Agustus 2022.

Di sana, upacara peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia dilangsungkan di wilayah bekas terjadinya bencana banjir bandang.

Untuk diketahui, Desa Bulumanis Kidul diterjang banjir bandang pada Kamis 14 Juli 2022 lalu.

Belasan rumah rusak akibatnya.

Di dekat titik tanggul sungai yang jebol, sebelum dilangsungkan upacara, warga juga mengadakan selamatan dengan harapan agar musibah tidak kembali terulang.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya yang menjadi inspektur upacara mengatakan, secara khusus upacara di Bulumanis Kidul memang dilangsungkan di bekas lokasi yang paling parah menderita bencana banjir.

“Tujuannya supaya bangkit lagi kepercayaan mereka. Sesuai tema kemerdekaan kali ini, yakni pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” ujar dia.

Martinus Budi Prasetya berharap, warga yang terdampak bencana banjir bandang cepat bangkit lagi, pulih dari trauma, dan bersama-sama pemerintah desa setempat kembali berjuang memajukan desa.

Ia menuturkan, sebelumnya sebanyak 17 rumah di Bulumanis Kidul rusak diterjang banjir bandang, baik itu rusak ringan, sedang, berat, maupun hilang terseret arus. 

Saat ini, rumah-rumah yang rusak sudah mulai diperbaiki.

“Atas kerjasama Kades, seluruh masyarakat, dan tim pelaksana kegiatan, rumah yang berkategori rusak sedang prosentase perbaikannya sudah mencapai 80 persen. Adapun rumah yang rusak berat dan hilang ini sudah mulai dibangun,” kata dia.

Ia menargetkan, dalam 60 hari ke depan sejak masa tanggap darurat diperpanjang oleh Bupati Pati, rumah yang telah dibangun kembali bisa segera ditempati masyarakat.

“(Perbaikan rumah ini) bentuk perhatian pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, desa, hingga para donatur yang ikut prihatin akan musibah yang dialami warga Desa Bulumanis Kidul,” kata Martinus Budi Prasetya.

Ia menambahkan, tanggul setempat yang jebol juga telah diperbaiki dan diperkuat oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Martinus berharap bencana banjir bandang tidak terjadi lagi. 

Namun, ia memberi catatan pada masyarakat agar lebih memperhatikan lingkungan serta memperhatikan kelestarian dan fungsi sungai.

"Jangan ada lagi membuang sampah di sungai, jangan lagi ada hal-hal yang memperlemah tanggul. Kita harus perkuat tanggul dengan tanaman semisal rumput akar wangi,” ucap Martinus Budi Prasetya.

Di samping itu, pihaknya akan lebih mengedepankan komunikasi dan edukasi dengan konsep Masyarakat Tangguh Bencana.

“Sebab bencana ini tidak bisa hanya ditanggulangi oleh masyarakat Bulumanis Kidul sendiri, melainkan juga masyarakat hulu sampai ke hilir, harus bisa menjalin komunikasi. Sehingga, misalnya, informasi hujan deras di daerah atas bisa sampai ke masyarakat di daerah bawah,” tandas dia. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved