Berita Kendal

Pemuda hingga Ibu-ibu Belanja Pakai QRIS di Pasar Tradisional Kendal

KPwBI Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Grebeg QRIS di Pasar Boja, Kendal.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Grebeg QRIS di Pasar Boja, Kendal, Jumat (19/8/2022). 

Dalam kegiatan yang juga akan diselenggarakan di Pasar Kaliwungu, Sabtu (20/8/2022), BI Jateng mengajak para pengunjung pasar untuk bertransaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Kegiatan Grebeg QRIS ini kami mendorong penggunaan QRIS di Pasar Boja bersama BNI Wilayah 05 Semarang dan Pemkab Kendal yang selama ini masih tunai dan sejak 2022 mulai merambah pembayaran digital”.

"Lalu kita tahu bahwa saat ini khususnya kaum milenial tidak bisa lepas dari handphone. Terkadang lupa membawa dompet masih tidak apa-apa, tapi lupa handphone itu pasti masalah. Ini salah aatu cara kami untuk mendorong anak muda ketika mereka mau bertransaksi tinggal menggunakan QRIS," kata Kepala Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan SP PUR (sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah) BI Jateng, Darmawan Tohap di sela kegiatan.

Dalam kesempatan itu untuk mendorong transaksi pengguna QRIS, BI Jateng bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah 05 Semarang menyediakan 200 buah sembako gratis berupa minyak goreng 1 liter dan 1 kg gula pasir untuk diberikan kepada masyarakat yang berhasil melakukan transaksi minimal Rp 30 ribu di pedagang Pasar Boja dan Kaliwungu yang sudah menggunakan QRIS.

Tohap menambahkan, di Jawa Tengah sendiri saat ini telah ada 10 pasar yang mengimplementasikan QRIS dan akan bertambah seiring dengan gencarnya upaya digitalisasi transaksi daerah.

Adapun selain pasar, pihaknya juga mendorong pusat-pusat perbelanjaan dan berbagai layanan pembayaran untuk mengaplikasikan QRIS.

Grebeg QRIS di Pasar Boja disambut oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Kendal dan juga para merchant serta pengunjung pasar.

Tampak pada kegiatan itu, sejumlah warga mulai pemuda hingga ibu-ibu berbondong-bondong datang untuk melakukan transaksi menggunakan QRIS.

Transaksi menggunakan QRIS di Pasar Boja Kendal, Jumat (19/8/2022).
Transaksi menggunakan QRIS di Pasar Boja Kendal, Jumat (19/8/2022). (Tribun Jateng/Idayatul Rohmah)

Faalia Rahmawati (38), warga Campurejo Boja terlihat memborong belanjaan ke sejumlah toko. Dia yang mengaku berbelanja ke tiga toko tersebut menyebutkan, proses berbelanja semakin dipermudah dengan penggunaan QRIS.

"Transaksi menggunakan QRIS sangat mendukung, karena dengan QRIS kita tidak pusing bawa uang. Kemudian juga tidak khawatir uang palsu, lebih gampang," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Pasar Boja Khoeriyatun menyebutkan, di Pasar Boja ada sekitar 1.000 pedagang. Menurut dia, dari total keseluruhan pedagang, 25 persennya menyediakan pembayaran digital QRIS

Pembinaan dan Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan Disdakop UKM Kabupaten Kendal Nur Dewi Alfiyanah yang turut hadir menambahkan, adapun di seluruh Kabupaten Kendal sendiri terdapat 13 pasar tradisional dengan total keseluruhan mencapai 11.000 pedagang.

Menurutnya, pihaknya terus mendorong digitalisasi di kabupaten tersebut termasuk dalam sistem pembayarannya.

"Kami mengucapkan terima kasih dengan adanya grebeg QRIS ini, artinya yang tersirat dalam Perda Nomor 9 Tahun 2021 tentang pengelolaan pasar rakyat milik pemerintah Kabupaten yaitu ada penerapan digitalisasi pasar. Digitalisasi pasar ada dua hal pemasarannya maupun pembayarannya. Sistemnya nontunai. Jadi kami bersinergi dengan pemerintah pusat, BI, dan dan kami di daerah. Kami harapkan, nantinya paling tidak 50 persen transaksinya nontunai. Sekarang masih sekitar 20 persen, oleh karena itu kami akan terus melakukan sosialisasi," kata Dewi.

Sementara itu, Diah Charmaningtyas AVP Kelompok Solusi Bisnis Digital BNI Kanwil 05 mengungkapkan, sistem pembayaran menggunakan QRIS melalui mobile banking BNI ini mengadopsi blueprint dari sistem pembayaran Indonesia tahun 2025, yang diharapkan semuanya sudah menjadi cashless society.

Menurut dia, hal ini tidak hanya merambah dari toko-toko ataupun mall, tetapi seluruh masyarakat juga didorong dalam menggunakan QRIS.

"Peran kami disini sebagai perbankan memastikan seluruh stakeholder pengguna transaksi ini bisa menggunakan QRIS. Adapun terkait cashless society ini menguntungkan bagi mereka.Yang pasti mereka akan terhindar dari yang namanya uang palsu, kemudian uangnya akan tersentralisasi dalam bentuk rekening."

"Kalau selama ini mereka tidak memiliki pencatatan, dengan transaksi menggunakan QRIS ini mereka akan memiliki pencatatan tersendiri, karena kami dari BNI membekali dengan dashboard QRIS sehingga para pedagang akan tahu incoming atau pembelian yang dilakukan pada hari itu jumlahnya berapa yang pada akhirnya bisa mulai merekap keuangan mereka," kata Charma. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved