Berita Semarang

Ganjar Minta Pengadaan Sumber Air Bersih di Karimunjawa Dipercepat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta pekerjaan Waduk Mrica, Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, dan pengadaan sumber air bersih Karimunjawa diperc

Penulis: hermawan Endra | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/M Nur Huda
Konservasi Penyu di Taman Nasional Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin beberapa pekerjaan penting di wilayahnya dilakukan percepatan.

Pekerjaan yang dimaksud antara lain penanganan Waduk Mrica, Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu, dan pengadaan sumber air bersih di Karimunjawa. Menurutnya, tim dari Kemenko Marves datang ke Jateng untuk berkoordinasi soal itu, Jumat (19/8/2022).

"Agar kita bisa merencanakan untuk disiapkan rencana anggarannya. Jadi nanti akan dibantu oleh pemerintah pusat," kata Ganjar, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Fokus: Kapan Bisa Merdeka? Meleklah Indonesia

Ganjar menjelaskan, penanganan di sekitar Serayu saat ini sudah dilakukan pemetaan lapangan. Awalnya ada protes dari masyarakat terkait dugaan pencemaran karena banyak ikan mati. Setelah didalami ternyata itu disebabkan sedimentasi aliran sungai sehingga bikin ikan tidak bisa bernapas dalam lumpur dan mati.

"Kita coba selesaikan. Nah sedimentasi yang ada di Mrica kita minta untuk diselesaikan. Juga seluruh jalur mulai dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas sampai muaranya di Cilacap dibersihkan," jelasnya.

Tim dari Kemenko Marves sudah turun ke lapangan untuk mengumpulkan data dan sejumlah kepala daerah yang dilewati Serayu. Hasil pertemuan itu semua bupati mendukung adanya penanganan sedimentasi DAS Serayu.

"Nah sekarang kita membuat rencana aksi untuk menyelesaikan itu. Ini menurut saya ini gagasan yang bagus sampai ditarik ke hulunya di Wonosobo dan beberapa di Temanggung. Maka kita musti kerja sama untuk membereskan itu. Ini yang hari ini musti kita kerjakan secara bersama-sama," lanjut dia.

Selain Waduk Mrica dan DAS Serayu, koordinasi itu juga terkait pengadaan sumber air bersih di Karimunjawa Kabupaten Jepara yang sampai saat ini masih terkendala pengadaan tanah.

Selama ini pembagian tugas sudah dilakukan dan untuk pengadaan tanah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara.

Baca juga: Jalan di Karimunjawa Rusak karena Sering Dilalui Kendaraan Berat, Warga: Tidak Manusiawi!

"Kedua terkait dengan Karimunjawa. Di sana masih ada satu PR yang menjadi perhatian pemerintah pusat, khususnya Menko Marves ini adalah suplai air bersih di sana. Kita minta untuk dilakukan percepatan. Memang pembagian tugasnya kemarin untuk pembebasan tanahnya dari Pemkab Jepara. Jadi ini memang agak lama karena baru akan dilakukan tahun depan," ungkapnya.

Maka dari itu Ganjar meminta agar segera dilakukan percepatan. Paling tidak tahun ini sudah dimulai sehingga pada tahun 2023 proyek sudah bisa dikerjakan dan selesai pada tahun 2024 sesuai dengan arahan pemerintah pusat. (wan/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved