Puisi

Puisi Ziarah Tembuni - Iman Budhi Santosa

Puisi Ziarah Tembuni Iman Budhi Santosa: Ziarah Tembuni Berkaca pada lantai pendapa, m

Penulis: iam | Editor: galih permadi
wikipedia
Biodata Iman Budhi Santosa Sastrawan Meninggal Dunia Hari Ini 

Puisi Ziarah Tembuni Iman Budhi Santosa

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Ziarah Tembuni Iman Budhi Santosa:

Ziarah Tembuni

Berkaca pada lantai pendapa, malam wangi Wijayakusuma
keriput uban serentak melawan, karena di sudut
dekat pot bunga berlumut, saudaraku
tembuni yang ikut serta dari gua garba bunda
masih tersimpan aman dan patut

Di sana masih tegak pohon mangga bapang
sepasang kelapa gading dan rumpun bambu kuning
ditambah tebu hitam, meniran dan kaca piring
melengkapi salam sapa pagar halaman yang ramah dan hening
“Ya, aku masih di Jawa.” Bersama welat dan jamu
menyanding pohon srigunggu, tuah tapak liman
serta dewa-daru

“Tetapi, mengapa sekarang engkau merasa jadi tamu…”
Padahal, di sana masih ada makam leluhur
ada nisan kayu batu ditatah dengan goresan paku.
Mereka tak pernah lupa siapa anak cucu
yang dulu nakal, suka mencuri ketela
dan membakarnya malam-malam saat bulan puasa.
Maka, seperti terbangun dari mimpi, kucabuti rumput teki
yang berakar pada dahi mereka, yang menjalar
menutup nama yang pernah mendongengkan kisah Nabi,
Ramayana hingga Mahabharata

Ya, di sini aku punya kisah lama
ada perlambang pada anak panah dan gendewa
saat ibu yang melepaskan dirimu diriku
berguru pada tunas dan buku lebih dari satu

Kini, dengan keringat di dahi kucium kembali tanah itu
bersama derit bambu kusembuhkan penat
perjalanan bersepatu
di sini engkau aku lahir, menjadi akar dan batang kayu
di sini pula ribuan dongeng berkait menjelma biduk dan perahu

2011

(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved