Berita Video

Video Menteri Desa PDT Lepas 119 Transmigran Asal Jawa Tengah

Animo masyarakat Jawa Tengah untuk menjadi transmigran masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng

Penulis: hermawan Endra | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Berikut ini video Menteri Desa PDT lepas 119 transmigran asal Jawa Tengah.

Animo masyarakat Jawa Tengah untuk menjadi transmigran masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, ada 1.007 Kepala Keluarga (KK) yang berminat mengadu nasib di tanah harapan. 

Pelepasan para transmigran asal Jateng dilakukan secara simbolis di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (20/8/2022).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Abdul Halim Iskandar yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, kehadirannya di acara pelepasan transmigran ini untuk menepati janjinya pada saat meninjau peserta transmigran diberikan pelatihan di Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta beberapa waktu lalu. 

"Bentuk apreasiasi saya kepada para pejuang kehidupan yang besok akan berangkat menuju lokasi masing-masing untuk menjadi orang sukses, dan bisa membuktikan kepada bangsa negara bahwa warga bangsa Indonesia adalah warga bangsa pejuang sejak dulu sampai hari ini," ujarnya. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Sakina Rosellasari, menjelaskan pada tahun 2022 ini Jawa Tengah mendapatkan alokasi penyaluran transmigran sebanyak 53 Kepala Keluarga (KK) atau 200 jiwa.

Sejumlah 53 KK tersebut terbagi dalam dua tahap pemberangkatan yakni Agustus dan Oktober. 

Pada pelepasan transmigran asal Jawa Tengah periode pertama tahun 2022 ini ada sejumlah 33 KK atau 119 jiwa. Dari jumlah tersebut rinciannya adalah dewasa 70 jiwa, anak-anak 35 jiwa, dan balita 14 jiwa. 

Mereka berasal dari 14 Kab/Kota di Jawa Tengah antara lain Cilacap, Karanganyar, Kebumen, Klaten, Purworejo, Rembang, Kab Semarang, Sragen, Kab Tegal, Kota Pekalongan, Banyumas, Grobogan, Purbalingga, Kendal. 

Ada empat daerah tujuan, yakni  Mahalona, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, kemudian Rano, Mamasa Sulawesi Barat,  Motihelumo Gorontalo Utara, Watutinawu, Konawe, Sultenggara. Mereka semua diberangkatkan jalur udara menggunakan pesawat terbang. 

Sakina Rosellasari menambahkan, para transmigran ini telah melalui rangkaian pemeriksaan kesehatan dan vaksin booster. Sebelum diberangkatkan mereka juga mendapatkan pelatihan pertanian di Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta. Selain itu juga  pelatigan mengolah produk kasil pertanian. 

"Harapan bisa meliihat potensi di daerah tujuan. Kemudian bisa membuat makanan kecil, kudapan untuk keluarga atau penghasilan tambahan.  Kami juga memberikan pelatihan servis alat rumah tangga sederhana guna menambah keterampilan disamping mengolah lahan pekarangan. Selain itu melalui unit pelayanan zakat memberikan bantuan benih palawija," imbuhnya. 

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno berpesan kepada peserta transmigran agar membawa nilai-nilai Jawa di daerah tujuan yakni gotong royong dan rendah hati. Sebab, mereka di daerah tujuan pastiya akan berinteraksi dengan suku-suku yang lain, terutama penduduk asli setempat.

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved