Berita Semarang

Dinsos Bakal Buat Kartu Identitas Disabilitas Agar Difabel di Semarang Dapat Pelayanan Khusus

Jumlah difabel di ibu kota Jawa Tengah sebanyak 6.340 orang dan khusus tuna rungu terdapat 689 orang

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Kepala Dinsos Kota Semarang, Heroe Soekendar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang berupaya memenuhi hak-hak dasar para penyandang disabilitas.

Jumlah difabel di ibu kota Jawa Tengah sebanyak 6.340 orang dan khusus tuna rungu terdapat 689 orang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Heroe Soekendar mengatakan, akan bekerjasama dengan pihak lain untuk penerbitan kartu identitas bagi penyandang disabilitas.

Kartu ini untuk menunjang pelayanan bagi kaum difabel agar mendapat pelayanan khusus di berbagai tempat, misalnya, di pusat perbelanjaan.

Petugas akan memperlakukan penyandang disabilitas dengan baik memgetahui pengunjungnya menunjukan kartu identitas.

Pihaknya juga bisa bekerjasama dengan mal-mal untuk memberikan diskon khusus bagi para penyandang disabilitas.

"Kemarin Pak Wali meluncurkan kartu BRT khusus disabilitas. Kami juga ada rencana untuk buat kartu identitas disabilitas agar mereka mendapat hak dasar mereka. Saat pergi ke mal, jangan sampai terjadi cekcok karena komunikasi kurang pas dengan kaum difabel. Jadi, biar mereka dapat pelayanan khusus. Bisa juga dapat diskon tertentu untuk belanja," jelas Heroe, Senin (22/8/2022)

Lebih lanjut, Heroe mengatakan, Dinsos juga akan memberi ruang untuk penyandang disabilitas di setiap kecamatan.

Saat ini, sudah ada ruang khusus penyandang disabilitas di Kecamatan Semarang Barat.

Selanjutnya, akan ada tiga kecamatan yang rencananya membuka ruang khusus difabel yaitu Kecamatan Tugu, Banyumanik, dan Tembalang.

Dia berharap, ke depan setiap kecamatan memiliki ruang khusus penyandang disabilitas.

"Nanti kami tentukan misal di Banyumanik paling banyak penyandang disabilitas sensorik, bisa dipusatkan disana. Di Tembalang untuk yang intelektual. Di tempat lain, kami cari data secara lengkap supaya ada sentra tertentu untuk disabilitas apa. Kalau Semarang Barat ada Celebral Palsy. Kami akan coba seperti itu berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan hak-hak dasar," terangnya.

Selama ini, lanjut Heroe, Dinsos berupaya memberikan fasilitas-fasilitas bagi penyandang disabilitas. Pihaknya mencari corporate social responsibility (CSR) dari pihak ketiga untuk membantu pemberian kursi roda, alat bantu dengar dan lain-lain.

Dia ingin seluruh masyarakat Kota Semarang bisa merasakan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang.

"Jadi, kami berupay memberikan fasilitas yanh cukup. Jangan sampai ada yang merasa didiskrimasikan. Semua punya hak yang sama merasakan pembangunan di Kota Semarang," ucapnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved