Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

9.000 Tentara Ukraina Tewas Selama Invasi Rusia

Invasi Rusia yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022 lalu telah menewaskan sekitar 9.000 tentara Ukraina.

Tayang:
Evgeniy Maloletka/The Associated Press
Seorang tentara Ukraina terlihat di Mariupol, Ukraina, pada Sabtu 12 Maret 2022 . 

TRIBUNJATENG.COM - Invasi Rusia yang telah berlangsung sejak 24 Februari 2022 lalu telah menewaskan sekitar 9.000 tentara Ukraina.

Hal itu diungkapkan seorang jenderal Ukraina, seperti dilansir Aljazeera.

Pada Senin (22/8/2022), Jenderal Valeriy Zaluzhny, Panglima Tertinggi Ukraina mengatakan, anak-anak Ukraina harus dirawat karena orang tua mereka maju ke medan perang dan mungkin termasuk di antara 9.000 tentara yang terbunuh.

Baca juga: AS Siapkan Bantuan Militer Tambahan Rp 11,8 Triliun untuk Ukraina

Di sisi lain, Rusia mengumumkan pembaruan jumlah tentaranya yang tewas pada 25 Maret lalu.


Rusia mengklaim 1.351 tentaranya telah tewas pada bulan pertama invasi.

Sementara itu, para pejabat militer AS memperkirakan awal Agustus lalu 70.000 hingga 80.000 tentara Rusia tewas atau terluka selama perang.

Angka-angka tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

PBB mengatakan 5.587 warga sipil telah tewas dan 7.890 terluka selama invasi Rusia ke Ukraina.

Badan anak-anak PBB mengatakan pada Senin (22/8/2022), setidaknya 972 anak-anak Ukraina telah tewas atau terluka sejak Rusia menginvasi.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell mengatakan angka itu adalah angka yang diverifikasi PBB, tetapi pihaknya yakin jumlahnya jauh lebih tinggi.

 
Seorang warga Nikopol, Ukraina, mengungkapkan kemarahannya terhadap serangan Rusia yang menghancurkan rumah serta keluarganya.

"Saya merasa benci terhadap orang Rusia," kata Liudmyla Shyshkina (74), seorang warga yang apartemennya hancur di kota Nikopol.

Shyshkina masih terluka akibat ledakan 10 Agustus yang menewaskan suaminya yang berusia 81 tahun, Anatoliy.

"Perang Dunia Kedua tidak mengambil nyawa ayah saya, tetapi perang Rusia yang melakukannya," kata Pavlo Shyshkin, putra Anatoliy.

Jelang Hari Kemerdekaan Ukraina

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved