Kader Gerindra Tak Masalah Prabowo Didampingi Muhaimin di Pilpres 2024

dalam piagam deklarasi kerja sama PKB-Gerindra disebutkan penentuan capres-cawapres menjadi kewenangan penuh Cak Imin dan Prabowo.

Editor: Vito
Tribunnews/Jeprima
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat memberikan keterangan pers seusai mendaftarkan Partainyadi gedung KPU, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022). Dalam artikel akan mengulas tentang Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akan mendeklarasikan kerja sama politik pada Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, seluruh kader Gerindra siap menerima segala keputusan Ketua Umumnya Prabowo Subianto soal persiapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu termasuk jika mantan Danjen Kopassus itu memilih Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres).

“Kami sudah menyerahkan semuanya pada Pak Prabowo. Nah sesuai piagam (koalisi dengan PKB) kemarin ya Pak Prabowo dan Gus Muhaimin yang harus sepakat siapa capres dan cawapresnya,” katanya, dalam program Gaspol, di YouTube Kompas.com, Selasa (23/8).

Adapun, dalam piagam deklarasi kerja sama PKB-Gerindra disebutkan penentuan capres-cawapres menjadi kewenangan penuh Cak Imin dan Prabowo.

Sara, sapaannya, menyebut, semua kader Partai Gerindra di tingkat daerah sampai ke pusat telah menyepakati ketentuan itu.

“Seperti yang kami sampaikan, kami menyerahkan seluruhnya keputusan itu, koalisinya, capres-cawapresnya, strateginya pada Pak Prabowo,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Partai Gerindra tak lantas mundur dari koalisi jika keputusan Prabowo soal pencapresan tak memuaskan beberapa pihak. Sebab, Sara menilai, para kader solid memberikan mandat pada Prabowo.

Apapun keputusannya, dia menambahkan, kader Partai Gerindra bakal mengikuti arahan dan bekerja bersama mewujudkan pemenangan pemilu 2024.

“Jangan sampai kalau tidak sesuai harapan terus kita mundur teratur, ya enggak bisa juga,” ujarnya.

“Bagi kami yang (menjadi) kader beliau dari awal, kami tahu keputusan beliau pasti sudah diputuskan matang-matang,” imbuhnya.

Diketahui, PKB dan Gerindra telah resmi membentuk koalisi untuk menghadapi kontestasi elektoral 2024 setelah penandatanganan piagam deklarasi koalisi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8) lalu.

Namun, koalisi belum menentukan siapa figur capres-cawapres yang bakal diusung untuk Pilpres 2024. Saat ini, PKB tegas menyebut Cak Imin sebagai capresnya, sedangkan Prabowo telah menerima keinginan para kadernya menjadi capres Partai Gerindra untuk ketiga kalinya.

Koalisi itu pun menuturkan masih membuka ruang partai politik lain untuk bergabung. (Kompas.com/Tatang Guritno)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved