Berita Nasional

Kominfo Telah Blokir 566.332 Konten terkait Judi Online, Ini Link Cara Laporkan Konten Negatif

Pemblokiran konten judi online sejumlah itu dilakukan sejak tahun 2018 hingga 22 Agustus 2022. Selain itu juga memutus akses akun platform digital dan

Editor: m nur huda
Ist. Polres Purbalingga
Tersangka yang ditangkap di sebuah rumah yang dijadikan sarang judi online di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga - Menurut Kominfo, pemblokiran konten judi online dilakukan sejak tahun 2018 hingga 22 Agustus 2022. 

TRIBUNJATENG.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir 566.332 konten di ruang digital yang memiliki unsur perjudian.

Pemblokiran konten judi online sejumlah itu dilakukan sejak tahun 2018 hingga 22 Agustus 2022.

Dirjen Aptika Kominfo, Semuel A Pangerapan sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Selasa (22/8/2022) mengatakan, selain itu memblokir 566.332 konten juga memutus akses akun platform digital dan situs yang membagikan konten terkait kegiatan judi.

Adapun, rincian penanganan per tahunnya sebagai berikut:

  • Tahun 2018: 84.484 konten
  • Tahun 2019: 78.306 konten
  • Tahun 2020: 80.305 konten
  • Tahun 2021: 204.917 konten
  • Tahun 2022 (sampai 22 Agustus 2022): 118.320 konten.

Semuel A Pangerapan mengungkapkan, pemutusan akses tersebut dilakukan berdasarkan hasil temuan patroli siber, laporan dari masyarakat, dan laporan instansi Pemerintah atas penemuan konten yang memiliki unsur perjudian.

"Patroli siber yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo didukung oleh sistem pengawas situs internet negatif atau AIS, yang dioperasikan selama 24 jam tanpa henti oleh tim Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika," ujarnya.

Ia mengatakan, pemutusan akses bukan menjadi satu-satunya solusi penuntasan judi online yang dilakukan Kementerian Kominfo.

Kementerian Kominfo juga mendorong peningkatan literasi digital masyarakat melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital untuk membentengi masyarakat dari berbagai konten negatif di ruang digital, termasuk perjudian online.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama para pemangku kepentingan terkait baik dari komunitas masyarakat sipil, pelaku industri, media, akademisi, instansi pemerintahan, dan lembaga terkait lainnya.

"Kementerian Kominfo turut mendukung upaya penegakan hukum atas pelaku judi online dan siap untuk bekerja sama dalam upaya pemberantasan berbagai macam konten negatif di internet yang dilakukan pihak kepolisian," tegasnya.

Khusus untuk kegiatan perjudian online, lanjutnya, Pasal 27 ayat 2 jo. Pasal 45 ayat 2 UU ITE mengancam pihak yang secara sengaja mendistribusikan atau membuat dapat diaksesnya judi online, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah.

Pasal 303 bis KUHP turut mengancam para pemain judi dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda pidana paling banyak 10 juta rupiah.

Menurutnya, terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi dalam upaya penanganan judi online di antaranya situs judi diproduksi ulang dengan penamaan domain yang mirip atau menggunakan IP Address.

Kemudian adanya penawaran judi melalui pesan personal sehingga tidak dapat diawasi oleh Kementerian Kominfo.

Selanjutnya, penegakan hukum terkait kegiatan perjudian diatur secara berbeda di tiap negara sehingga hal ini menimbulkan isu jurisdiksi penindakan hukum penyelenggara judi online yang berada di luar Indonesia.

"Tantangan tersebut menekankan bahwa upaya pemberantasan judi online perlu dilakukan oleh seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri," katanya.

Ia menambahkan, untuk menunjang upaya bersama tersebut, Kementerian Kominfo membuka kanal aduan masyarakat melalui tautan https://aduankonten.id/ untuk melaporkan penemuan dengan konten negatif di platform digital dan pengaduan nomor melalui aduan penyalahgunaan jasa telekomunikasi ke akun Twitter @aduanPPI milik Kementerian Kominfo apabila menerima pesan terkait judi online yang dikirim melalui SMS.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved