Berita Batang

Pj Bupati Batang Serahkan Santunan Korban Tenggelamnya KM Prima United, 1 ABK Masih Pencarian

KM Prima United pada Minggu (21/8/2022) pukul 07.00 berangkat dari Pelabuhan Batang menuju Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
PEMKAB BATANG
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki sedang memberikan santunan kepada keluarga korban tenggelamnya KM Prima United, Selasa (23/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki memberikan bantuan santunan korban tenggelamnya KM Prima United, Selasa (23/8/2022).

"Pemkab Batang turut berbela sungkawa dan hadir dengan memberikan bantuan santunan untuk keluarga korban."

"Semoga dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan," tuturnya melalui Tribunjateng.com, Selasa (23/8/2022).

Baca juga: Bulan Dana PMI Batang Ditarget Rp 1,7 Miliar, Penarikan Tiga Bulan Hingga 22 November 2022

Baca juga: Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, Kesbangpol Batang Beri Edukasi Pada Anak 

Lebih lanjut, dia menerangkan, KM Prima United pada Minggu (21/8/2022) pukul 07.00 berangkat dari Pelabuhan Batang menuju Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

Kapal tersebut dinahkodai Slamet Sutoyo dan membawa 13 ABK.

Kemudian, pada Senin (22/8/2022), Gunawan selaku pemilik kapal mendapatkan informasi melalui radio kapal dari Rayono nahkoda KMN Alam Rahayu dan Kasro nahkoda KMN Jati Unggul Jaya 2.

Bahwa KM Prima United tenggelam dihantam ombak dan saat ini sedang dilakukan pertolongan. 

“Untuk KM Jati Unggul Jaya 2 berhasil menolong ABK sekira 11 orang dengan kondisi 5 meninggal dunia dan 6 selamat."

"Sedangkan KMN Alam Rahayu menolong 2 orang kondisi selamat,” terangnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Kapal Nelayan Asal Batang Tenggelam di Perairan Karimunjawa: 5 Orang Tewas, 1 Hilang

Baca juga: Lima Jenazah ABK Tenggelam di Perairan Karimunjawa Tiba di Batang

Hingga saat ini satu orang masih belum ditemukan.

Untuk kedua kapal tersebut direncanakan akan merapat ke pulau terdekat yaitu Pulau Parang Karimunjawa.

“Saat ini kami masih fokus melakukan pencarian 1 ABK yang belum ditemukan di perairan laut Kalimantan,” imbuhnya.

Dia berharap, ke depan ada perbekalan tindakan keselamatan jika ada kecelakaan kapal di laut.

"Karena terkadang ABK kurang mempersiapkan keselamatan dirinya seperti tidak bisa berenang, tetapi tetap berani berangkat," pungkasnya. (*)

Baca juga: Kapan SIPKN Diterapkan di Rutan Kelas IIB Kudus? Begini Jawaban Suprihadi

Baca juga: Cara Lain Udi Utomo Terapkan Kurikulum Merdeka, Siswa SMPN 5 Pati Diajak Belajar di Gedung Juang

Baca juga: 14 Desa di Kabupaten Semarang Dilewati Tol Yogyakarta-Bawen, Saat Ini Proses Pembebasan Lahan

Baca juga: Hendi Didatangi Pedagang Johar Semarang, Penataan Pasar Kembali Dipertanyakan, Begini Tanggapannya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved